Magetan, 27 Juni 2025 — Perkemahan Wirakarya Jawa Timur (PWK Jatim) terus menunjukkan transformasinya sebagai ruang pengabdian yang inklusif dan progresif. Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan ini berkembang dari format virtual selama pandemi menjadi gerakan sosial berskala provinsi, yang menekankan kolaborasi antara pramuka, pemerintah daerah, dan kalangan akademisi.
Salah satu momen pengabdian itu terwujud di Desa Dadi, Kecamatan Pelosan, Kabupaten Magetan, ketika Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura bergabung dalam kegiatan PWK Jatim 2025. Mereka turut serta dalam aksi pengecatan tepian sungai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan estetika desa.
Sebelum kegiatan pengecatan dimulai, peserta pramuka telah lebih dahulu melakukan revitalisasi sungai sebagai upaya awal dalam memperbaiki kondisi lingkungan. Mereka bergotong royong dalam kegiatan sosial berupa pengecatan sungai. Sungai yang semula tampak biasa, disulap menjadi lebih bersih dan estetik dengan sentuhan warna-warni yang memikat.
Koordinator pengabdian masyarakat UTM desa Dadi, Saukil, menyampaikan bahwa keterlibatan dalam PWK menjadi pengalaman bermakna dan penuh nilai kebersamaan.
“Kami sangat antusias saat diajak bergabung. Pengecatan ini bukan hanya soal memperindah tepian sungai, tapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan. Ini wujud nyata gotong royong antara mahasiswa dan pramuka” ungkap Saukil.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Bapak Dr. Haryo Triajie, S.Pi., M.Si., yang mendorong para mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pembangunan berbasis masyarakat sejak hari pertama pengabdian masyarakat dimulai. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak demi menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan di masyarakat.
PWK Jatim 2025 menjadi bukti bahwa kegiatan perkemahan kini melampaui sekadar aktivitas lapangan. Tahun ini, PWK menargetkan pemugaran sebanyak 143 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di berbagai daerah Jawa Timur, yang dilaksanakan dalam dua tahap. Selain itu, program ini juga mencakup edukasi kesehatan, pembangunan kawasan publik, dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya yang menggugah semangat kebersamaan.
Di Dusun Dadi, warna-warna baru yang kini menyelimuti tepian sungai menjadi saksi nyata bahwa pengabdian dapat dimulai dari hal yang tampak kecil, tetapi membawa dampak besar asal dilakukan dengan hati dan kolaborasi.
Autor:
- Amalia hasan
- Diah silviana
- Sela oktaviana efendi






