Thursday, July 23, 2026
Home Artikel Magetan Mahasiswa KKN Kolaboratif Universitas Trunodjoyo Madura Desa Buluharjo 2026 Edukasi Gizi Keluarga...

Mahasiswa KKN Kolaboratif Universitas Trunodjoyo Madura Desa Buluharjo 2026 Edukasi Gizi Keluarga melalui Program GEMBIRA di Posyandu Dusun Widoro

0
13

GEMBIRA.jpeg

Magetan, 15 Juli 2026 – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) yang ditempatkan di Desa Buluharjo periode tahun 2026 melaksanakan program kerja GEMBIRA (Gerakan Makan Bergizi untuk Keluarga) pada Rabu (15/7) di Posyandu Dusun Widoro, Desa Buluharjo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu yang memiliki balita, mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal yang bergizi dan mudah diolah.

Program GEMBIRA merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Trunodjoyo Madura dengan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi lintas disiplin ilmu yang melibatkan mahasiswa dari Program Studi Psikologi, Ilmu Gizi, dan Teknologi Pangan. Kolaborasi tersebut menghadirkan pendekatan yang komprehensif, mulai dari edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang, pembentukan kebiasaan makan sehat pada anak, hingga inovasi pengolahan pangan yang menarik dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membagikan olahan makanan bergizi berupa otak-otak berbahan dasar ikan lele kepada ibu-ibu yang memiliki balita, disertai leaflet edukasi yang memuat informasi mengenai kandungan gizi, bahan dan cara pembuatan, serta pesan mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi pada masa pertumbuhan anak.

Pemilihan ikan lele sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Bahan pangan tersebut dipilih berdasarkan rekomendasi Setiyani, A.Md.Keb., selaku Penanggung Jawab Desa Buluharjo, yang menyampaikan bahwa olahan berbahan ikan masih relatif sulit diterima oleh sebagian masyarakat, terutama anak-anak. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan konsumsi masyarakat yang telah berlangsung cukup lama, di mana ikan bukan merupakan lauk yang umum dikonsumsi sehari-hari. Selain itu, letak geografis Desa Buluharjo yang berada di kawasan pegunungan membuat masyarakat tidak seakrab masyarakat pesisir dalam mengonsumsi ikan. Aroma amis yang identik dengan ikan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan anak-anak kurang menyukainya. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa mengolah ikan lele menjadi otak-otak dengan cita rasa yang lebih familiar, tekstur yang lembut, serta tampilan yang menarik sehingga diharapkan mampu meningkatkan minat anak untuk mengonsumsi sumber protein hewani.

Leaflet edukasi yang dibagikan turut memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat. Di dalamnya dijelaskan bahwa masa balita merupakan golden age (0–5 tahun), yaitu periode penting bagi pertumbuhan otak, perkembangan fisik, serta pembentukan kebiasaan makan. Orang tua diharapkan dapat mengenalkan makanan bergizi secara bertahap, menyajikannya dengan tampilan yang menarik, menghindari pemaksaan saat anak makan, serta menjadi teladan dalam membangun kebiasaan makan sehat di lingkungan keluarga. Selain memuat edukasi gizi, leaflet juga dilengkapi informasi kandungan nutrisi olahan otak-otak ikan lele beserta resep yang dapat dipraktikkan secara mandiri di rumah.

Penanggung Jawab Desa Buluharjo, Setiyani, A.Md.Keb., mengapresiasi pelaksanaan program GEMBIRA yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Kolaboratif. Menurutnya, inovasi pengolahan ikan lele menjadi otak-otak merupakan langkah yang tepat untuk memperkenalkan konsumsi ikan kepada anak-anak dengan cara yang lebih menarik. Ia menilai olahan tersebut memiliki cita rasa yang lezat dengan tampilan yang menarik sehingga berpotensi meningkatkan minat anak dalam mengonsumsi makanan bergizi. Selain itu, leaflet edukasi yang dibagikan dinilai menjadi media informasi yang bermanfaat bagi para ibu dalam memahami pentingnya pemenuhan gizi keluarga dan mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat bagi balita.

Antusiasme para ibu yang hadir pada kegiatan Posyandu Dusun Widoro terlihat sepanjang pelaksanaan program. Selain menerima olahan makanan bergizi dan leaflet edukasi, peserta juga menunjukkan ketertarikan terhadap resep yang dibagikan karena dinilai sederhana, menggunakan bahan yang mudah diperoleh, serta dapat menjadi alternatif menu bergizi bagi keluarga. Diskusi yang berlangsung antara mahasiswa dan para peserta juga menjadi wadah berbagi informasi mengenai pentingnya pemenuhan protein hewani pada masa pertumbuhan anak serta strategi mengenalkan makanan bergizi kepada balita.

Melalui program GEMBIRA, mahasiswa KKN Kolaboratif berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang kaya protein. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu mendorong para orang tua untuk lebih kreatif dalam mengolah makanan bergizi sehingga anak memperoleh asupan nutrisi yang optimal, sekaligus membentuk kebiasaan makan sehat sejak usia dini.

Program GEMBIRA menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Kolaboratif Universitas Trunodjoyo Madura Desa Buluharjo Tahun 2026 dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi dan lintas disiplin ilmu, mahasiswa tidak hanya menghadirkan inovasi olahan pangan bergizi, tetapi juga memberikan edukasi yang aplikatif kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi protein hewani, pemanfaatan pangan lokal, serta pembentukan pola makan sehat sebagai investasi bagi tumbuh kembang generasi masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here