Thursday, April 23, 2026
Home Artikel Magetan Kisah Michelle Rebecca, Murid SMAN 1 Magetan, Juara 6 Besar di Lomba...

Kisah Michelle Rebecca, Murid SMAN 1 Magetan, Juara 6 Besar di Lomba Kompetensi Siswa SMK se Jatim

0
1405

Mulai tahun 2025, Puspresnas mengumumkan bahwa Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dapat diikuti oleh siswa-siswi SMA/sederajat. Begitupun sebaliknya, bidang lomba yang biasanya hanya boleh diikuti oleh murid SMK kini terbuka untuk murid jenjang SMA juga.

Seperti namanya, LKS merupakan lomba yang menguji kompetensi siswa yang biasanya dikhususkan untuk siswa-siswi SMK. Namun sebagai siswi SMA 1 Magetan, Michelle Rebecca tidak menyangka bahwa dia bisa terpilih untuk mengikuti Lomba Kompetensi Siswa di tingkat Provinsi Jawa Timur dan harus bersaing dengan anak SMK.

Mengingat bahwa kesempatan tidak datang dua kali. Michelle menjadi tertantang untuk mengikuti lomba bergengsi tersebut. Bidang lomba yang ditawarkan adalah Bilingual Secretary (sekretaris bilingual), yang mana bidang ini terdapat di jurusan perkantoran jika di SMK.

Kompetensi yang diuji di antaranya adalah: 1) Mengetik menggunakan 10 jari, 2) Menguasai Word dan Excel, 3) Mampu membuat dan mengirim surat digital, 4) Membuat dan mengelola arsip, 5) Mengelola rapat, 6) Menerima tamu. Dan itu semua dilakukan dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Bagi Michelle, bagian yang tidak mudah untuk dikuasai adalah materinya, karena saingannya sebagian besar adalah anak SMK yang sudah mendapatkan materi utama tersebut selama tiga tahun, dan itu sudah menjadi pelajaran wajib sehari-hari mereka. Sedangkan untuk Muchelle, dia hanya memiliki waktu sekitar satu bulan untuk persiapan dan matrikulasi materi.

Kalau untuk kemampuan Bahasa Inggris Michelle, tidak terlalu dikhawatirkam, karena itu merupakan kompetensi lisan dan tulisnya yang sidah dikuasainya sejak kecil. Untuk itu, guru pembimbingnya, Pak Eriek, merupakan guru ekonomi yang sama sekali tidak pernah mengajar di SMK.

Selama persiapan, Michelle hanya dikirimi materi dan dihimbau untuk terus berlatih mengetik 10 jari menggunakan aplikasi Typing Master. Kebetulan pada saat itu adalah bulan puasa, di mana bulan yang banyak hari liburnya, jadi dia harus belajar secara otodidak.

Di saat hampir menyerah dalam perjuangannya dan memilih untuk pasrah karena Michelle sudah merasa yakin bahwa peluang untuk menang sangat kecil, tapi begitu ingat kata-kata dari guru Bahasa Inggrisnya, Bapak Eko Adri Wahyudiono, dia jadi semangat untuk belajar lagi. Beliau pernah mengatakan, “Kamu harus memegang prinsip Veni, Vidi, Vici”, yang memiliki arti “Saya datang, saya melihat, dan saya menang”.

Satu minggu sebelum perlombaan, pihak SMAN 1 Magetan kembali melakukan bimbingan yang dibantu oleh Bu Erni, salah satu guru SMK. Hingga akhirnya tibalah hari itu di mana event lomba dilaksanakan. Berpakaian layaknya seorang sekretaris kantor dan juga mengenakan stelan dan rok, Michelle harus berhadapan dengan soal ujian di laptop yang ada di atas meja yang berada di ruang ujian selama berjam-jam. Itu pun belum lagi ujian praktik dia harus menerima telepon, mengelola rapat, dan melayani para tamu sebagai bentuk tes nyata.

Pada awalnya ketika regristrasi ditanya dan tahu dia murid SMA 1 Magetan, para panitia memasang wajah yang terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa ada murid SMA yang berani mengikuti lomba melawan materi kejuruan murid SMK. Begitu juga dengan peserta lomba lainnya, mereka langsung kaget dan bertanya-tanya bagaimana anak SMA bisa mengikuti lomba keterampilan murid khusus SMK.

Begitu pengumuman lomba akan diumumkan satu hari setelahnya proses seleksi ujian teori dan praktik, kabar baik itu pun tiba. Michelle berhasil masuk ke peringkat 6 besar dari 57 peserta. Para guru dan temannya ikut terharu dan merayakannya karena telah berhasil mengharumkan nama SMA Negeri 1 Magetan.

Michelle merasa bersyukur meskipun belum berhasil mendapatkan juara utama, tapi dia sudah berhasil membuka peluang keberhasilan untuk peserta jenjang SMA dalam lomba LKS Provinsi tersebut. Dia tidak merasa menyesal telah membuang waktu untuk mengikuti lomba yang bukan bidangnya, bahkan mengaku telah mendapatkan banyak ilmu baru itu sangat penting di dunia pekerjaan kelak. (MR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here