Warga Magetan, mari kita bicara soal masa depan anak-anak kita! Stunting, ancaman serius yang membayangi, kini mulai dilawan habis-habisan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan. Sebuah gerakan masif yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat, terutama di Desa Ngancar, Plaosan, baru saja digelar: Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan)!
Pada hari Jumat (22/5/26) lalu, Balai Desa Ngancar menjadi saksi bisu komitmen Pemkab Magetan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan). Tujuannya jelas: mendongkrak konsumsi ikan agar anak-anak kita tumbuh sehat dan cerdas, jauh dari bayang-bayang stunting.
Dipimpin langsung oleh sosok inspiratif, drh. Nur Haryani, Kepala Disnakkan Kabupaten Magetan, inisiatif ini bukan sekadar program biasa. Ini adalah investasi nyata untuk melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan siap bersaing!
“Kami di Disnakkan terus berupaya meningkatkan indeks konsumsi ikan masyarakat melalui berbagai program edukasi, sosialisasi, dan kampanye Gemarikan di berbagai wilayah. Konsumsi ikan secara rutin adalah langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekaligus mencegah stunting,” tegas drh. Nur Haryani, dengan nada penuh keyakinan.
Dukungan Penuh dari Pusat hingga Desa!
Hebatnya lagi, gerakan ini tak berjalan sendiri! Dukungan penuh datang dari para wakil rakyat kita, baik di tingkat pusat maupun daerah. Bayangkan, Anggota Komisi IV DPR RI Riyono dan Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Magetan H. Nur Wahyudi turut hadir langsung, bersama jajaran Forkopimca Plaosan dan warga setempat, menunjukkan betapa seriusnya isu ini.
H. Nur Wahyudi, dari Komisi C DPRD Magetan, tak sungkan melontarkan apresiasi. Baginya, ini bukan cuma program, ini adalah masa depan yang kita bangun bersama. “Gemar makan ikan bukan hanya tentang pola konsumsi, tetapi juga investasi kesehatan generasi masa depan. Kami di DPRD tentu mendukung penuh program-program Disnakkan yang berkaitan dengan peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan stunting,” ungkap Wahyudi, menjamin dukungan berkelanjutan.
Dari panggung nasional, Bapak Riyono, Anggota Komisi IV DPR RI, turut menggarisbawahi urgensi Gemarikan. Ia melihatnya sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi ketahanan pangan nasional, khususnya dalam penyediaan protein hewani. “Kandungan omega-3 dan gizi tinggi pada ikan sangat relevan untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di Magetan,” ujarnya, menekankan pentingnya nutrisi.
Riyono bahkan menyerukan agar intervensi program seperti ini harus merata, dari pusat hingga ke pelosok desa. Ini bukan lagi wacana, ini adalah keharusan! “Potensi perikanan kita harus mampu dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Kami di DPR RI terus mendorong agar program ketahanan pangan dan pemenuhan gizi ini mendapatkan alokasi dan perhatian serius. Menyiapkan generasi emas Magetan harus dimulai dari meja makan, dengan memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan protein terbaik dari ikan,” tegas Riyono, lugas dan penuh semangat.
Aksi Nyata di Meja Makan Keluarga Magetan
Mendengar dukungan bertubi-tubi, drh. Nur Haryani kembali mengingatkan kita semua, khususnya para ibu di Desa Ngancar dan seluruh Magetan: Jadikan ikan menu wajib di rumah! Bukan hanya enak, tapi juga investasi terbaik untuk masa depan anak-anak.
“Ikan itu selain bergizi tinggi juga sangat baik untuk pertumbuhan anak,” pungkasnya. “Melalui Safari Gemarikan ini, kami berharap kesadaran masyarakat meningkat, sehingga target Magetan bebas stunting dan terciptanya generasi berkualitas dapat segera terwujud.“
Mari bergerak bersama, Magetan! Masa depan cerah anak-anak kita dimulai dari piring makan mereka. Ini adalah tanggung jawab kita semua.






