Magetan, Siap Jadi Kota Literasi! Dinas Arpus Kabupaten Magetan benar-benar serius menggarap potensi menulis anak muda. Berbagai kompetisi dan pelatihan konsisten digelar, semua berkat payung hukum Perbup 62 Tahun 2020 tentang Gerakan Literasi Kabupaten Magetan. Ini dia pondasi kokoh untuk mewujudkan Magetan sebagai Kabupaten Literasi sejati!
Setelah sukses dengan Duta Baca dan Junior Writerpreneur, kini giliran Bimbingan Teknis (Bimtek) kepenulisan yang jadi primadona. Targetnya? Pelajar SMA/SMK/MA dan mahasiswa se-Kabupaten Magetan. Keren!
Cetak Sejarah Baru: Bikin Buku Kompilasi Esai Bareng!
Acara keren ini dihelat selama dua hari penuh, Selasa dan Rabu, 2-3 Juni 2026, bertempat di Graha Pusat Literasi Magetan. Bukan sekadar pelatihan biasa, Bimtek kepenulisan ini punya misi besar: melahirkan satu buku karya bersama! Ya, sebuah kompilasi esai bertema utama yang super menarik: “Identitas Kabupaten Magetan: Khazanah Sejarah, Budaya, Pariwisata, dan Kearifan Lokal.”
Penulis muda bisa pilih dari 5 sub-tema yang nggak kalah seru:
- Kebudayaan dan Tradisi di Kabupaten Magetan
- Kesenian di Kabupaten Magetan
- Legenda atau Dongeng di Kabupaten Magetan
- Tempat Wisata di Kabupaten Magetan
- Sejarah Lokal di Kabupaten Magetan
Bayangkan, karyamu bisa jadi bagian dari sejarah literasi Magetan!
Seleksi Ketat, Hanya yang Terbaik yang Melaju!
Untuk bisa ikut Bimtek bergengsi ini, peserta harus lolos seleksi tahap awal yang cukup ketat. Syaratnya gampang: pelajar menengah atas atau mahasiswa warga Magetan, dibuktikan dengan KTP/KIA. Tiap sekolah (SMA/SMK/MA) mengirim 1 esai terbaik dari siswa kelas X atau XI, sedangkan mahasiswa wajib punya rekomendasi kampus.
Penilaian esai nggak main-main, lho! Ada beberapa komponen yang jadi kunci:
- Kesesuaian Tema: 10%
- Orisinalitas, Kebaruan Ide, dan Kekuatan Informasi: 30%
- Gaya dan Struktur Penulisan, Kohesi dan Koherensi: 40%
- Ketepatan Ejaan (PEUBI dan EYD): 20%
Dari 73 Menjadi 50, dan Siap Bersaing Rebut Juara Bupati!
Di tahap pertama, panitia menerima 73 karya esai yang luar biasa! Setelah seleksi ketat, terpilih 50 karya esai yang berhak melaju ke tahap kedua. Fifty penulis muda ini terdiri dari 8 siswa MA, 17 siswa SMA, 9 siswa SMK, dan 16 mahasiswa. Selamat untuk kalian semua!
Nah, dari 50 peserta terpilih ini, akan disaring lagi menjadi 10 esai terbaik. Dan yang paling bikin deg-degan: akan ada juara 1, 2, dan 3 yang nggak cuma dapat piagam penghargaan dari Bupati Magetan, tapi juga uang pembinaan! Wow!
Bimtek 2 Hari Penuh Ilmu: Dari Sejarah Lokal Sampai Jadi Penulis Mandiri!
Bimtek kepenulisan ini adalah syarat wajib bagi ke-50 peserta yang lolos tahap kedua. Dengan narasumber yang super kompeten di bidangnya, Bimtek ini diharapkan bisa mendongkrak kualitas esai dan kemampuan menulis peserta.
Hari Pertama, Selasa (02/06):
Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Arpus Kab. Magetan, Ibu Endang Ambarwati. Dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh:
- Abdul Rohman: Sejarawan muda Magetan, membawakan materi ‘Memahami sejarah, kebudayaan dan pariwisata Magetan’.
- Mujiono: Pengawas sekolah Cabdindik wilayah Ponorogo, membahas ‘Menggali nilai karakter kearifan lokal melalui permainan tradisional’.
Hari Kedua, Rabu (03/06):
Peserta kembali digembleng dengan materi-materi berbobot:
- Teguh Wahyu Utomo: Penulis, wartawan, dan editor, berbagi ilmu tentang ‘Menemukan kembali harta karun di sekitar kita’.
- Mohamad Rotmianto: Penulis sekaligus Pustakawan Dinas Arpus Kab. Magetan, membongkar rahasia ‘Lima langkah mudah selfpublishing: kini semua bisa menerbitkan buku’!
Semoga Bimtek ini bukan cuma jadi kewajiban yang digugurkan, tapi jadi titik awal lahirnya karya-karya pemikiran cemerlang yang mengangkat kekayaan lokal Magetan ke mata dunia! Magetan siap melahirkan generasi penulis handal!






