Plaosan, Magetan – Bayangkan sensasi memetik sayuran segar langsung dari akarnya, di tengah hijaunya ladang yang asri! Itulah pengalaman seru yang baru saja dirasakan rombongan Tim Penggerak (TP) PKK Bakorwil I Madiun saat berkunjung ke Desa Ngancar, Plaosan, Magetan, pada 2 Juni 2026. Ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, lho! Magetan sedang gencar mempromosikan potensi wisatanya yang unik dan punya dampak besar buat kita semua.
Wisata Petik Sayur: Tak Hanya Liburan, Tapi Juga Gerakkan Ekonomi Lokal!
Ketua TP PKK Kabupaten Magetan, Ibu Arini Handayani, dengan bangga menyambut rombongan. “Ini sebenarnya agenda dari Bakorwil I Madiun yang memilih Magetan sebagai lokasi. Alhamdulillah, Magetan jadi tempat jalan-jalannya ibu-ibu dari Bakorwil I Madiun,” ujarnya sambil tersenyum. “Jadi, kita bisa menunjukkan bahwa potensi Magetan itu ada sayur-sayuran yang luar biasa!”
Ibu Arini optimis, wisata petik sayur ini bukan cuma seru, tapi juga jadi solusi cerdas untuk menggerakkan ekonomi lokal. Bayangkan, petani dapat nilai tambah, dan UMKM di Plaosan serta Poncol ikut kecipratan rezeki! “Semoga ini jadi wacana teman-teman dari kabupaten lain, khususnya di Bakorwil, untuk bisa mengunjungi Magetan,” harapnya. “Ini pasti bisa membantu petani dan UMKM yang ada di Magetan, khususnya Plaosan dan Poncol.”
Edukasi Gizi dan Perlawanan Terhadap Stunting Dimulai dari Kebun!
Tak hanya ekonomi, ada misi mulia lain di balik keseruan ini: edukasi gizi dan perlawanan terhadap stunting! “Kita punya potensi sayur,” kata Ibu Arini penuh semangat, “diharapkan ibu-ibu bisa mengondisikan anak-anak saat mengenal makanan itu dikenalkan sayur. Sehingga ke depannya tidak hanya di Plaosan dan Poncol saja, kalau bisa di seluruh Magetan anak-anak jadi suka makan sayur.”
Sederhana tapi dampaknya besar! “Kalau makan sayur kan jadi sehat. Semoga angka stunting semakin menurun,” tegasnya. “Bismillah, ikhtiar kita selain makan ikan juga makan sayur.” Sebuah langkah kecil yang bisa membawa perubahan besar untuk generasi penerus kita!
Koordinator TP PKK Bakorwil I Madiun, Ibu Fitri Heru Wahono Santoso, ikut angkat jempol. “Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar,” ungkapnya. “Ini sangat bermanfaat untuk mendukung ketahanan pangan. Ibu-ibu bisa memetik sendiri sayuran yang higienis dan langsung dimasak!” Langsung dari kebun ke meja makan, itu baru namanya fresh!
Ngancar, Sang Raja Sayuran yang Siap Jadi Destinasi Wisata Baru!
Pak Camat Plaosan, Ayudya Primasmoro, menjelaskan mengapa Ngancar jadi pilihan. “Kemarin memang minta dicarikan lokasi untuk petik sayur,” katanya. “Saya komunikasi dengan desa dan akhirnya ada tempat yang tepat karena waktunya pas dengan masa panen.” Pas banget kan?
Pak Camat juga punya visi besar! Ia ingin Ngancar jadi destinasi wisata unggulan Magetan, tak cuma Sarangan. “Nanti ke depan saya akan memotivasi desa untuk ini dipatenkan,” ujarnya. “Jadi bisa menjadi destinasi lain selain ke Sarangan, nanti ke Ngancar untuk petik sayur.” Liburan ke Magetan bukan cuma soal telaga, tapi juga petualangan hijau!
Usut punya usut, Desa Ngancar ini memang raja sayuran di Plaosan! “Kalau di Ngancar itu memang pemasok sayur terbesar di wilayah Plaosan,” jelas Pak Camat. “Bahkan ada informasi kebutuhan MBG di Nganjuk juga mengambil sayur dari wilayah Plaosan.” Wow, Magetan memang gudangnya sayur!
Dengan kolaborasi pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat, Pak Camat berharap Ngancar akan jadi wisata edukasi pertanian yang makin keren. “Dengan adanya kegiatan ini, potensi Ngancar bisa semakin dikenal dan nanti dapat dikembangkan menjadi wisata edukasi pertanian yang menarik,” pungkasnya.
Jadi, kapan giliranmu mencoba sensasi memetik sayur segar di Ngancar, Magetan? Selain seru, kita juga ikut mendukung petani lokal dan masa depan anak-anak sehat!
(Sumber: Diskominfo / kontrib.skc / fa2/)






