Remaja Putri sangat rentan mengalami anemia. Di Indonesia, 32% remaja mengalami anemia (Riskesdas 2018). Di Jawa Timur 23 % remaja putri mengalami anemia (DP3AK, 2021). Anemia merupakan keadaan menurunnya kadar hemoglobin hemotokrit dan jumlah sel darah merah di rendah nilai normal yang dipatok untuk perorangan (Arisman, 2014). Remaja putri (rematri) rentan menderita anemia karena banyak kehilangan darah pada ketika menstruasi. Rematri yang menderita anemia berisiko mengalami anemia pada ketika hamil. Hal ini akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan, bahkan menyebabkan kematian ibu dan anak.
Berdasar latar belakang tersebut, UPTD Puskesmas Maospati membentuk tim kerja dan melakukan screening anemia di institusi pendidikan sebagai berikut :
- SMPN 1 Maospati
- SMPN 2 Maospati
- SMPN 3 Maospati
- SMAN 1 Maospati
- SMA PGRI
- SMK Penerbangan Angkasa
- SMK Persatuan
Kegiatan Pemeriksaan Hemoglobin (Hb) bagi Siswi Kelas 7 SMP dan Kelas 9 SMA/SMK meliputi:
- Edukasi Anemia Rematri
2. Pemeriksaan Hb

3. Minum berbarengan dan pembagian tablet tambah darah (TTD) untuk diminum selama 1 tahun (1 kali/minggu)




