Tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan inovasi tas penyimpanan ikan berbasis sabut kelapa yang diberi nama HUSKIVA BAG. Produk ini dirancang sebagai solusi penyimpanan hasil tangkapan agar ikan tetap segar selama perjalanan melalui penerapan teknologi insulasi termal berlapis. Tim pengembang terdiri atas Ulfa Nur Azizah dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Devita Nisa Pravita Sari dari FMIPA, Nur Hayati dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Mega Pita Pramudyah dari Fakultas Sastra (FS), serta Tiara Yunita Rachman dari Fakultas Vokasi (FV). Dalam proses pengembangannya, tim mendapat pendampingan dari Dyah Palupi Rohmiati, M.Pd. sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai fungsional, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk kewirausahaan berbasis sumber daya lokal.
Ketua tim, Ulfa Nur Azizah, menjelaskan bahwa ide HUSKIVA BAG berawal dari permasalahan yang masih sering dialami sport angler. Selama ini, sebagian besar pemancing memanfaatkan styrofoam box sebagai wadah penyimpanan ikan. Namun, media penyimpanan tersebut memiliki sejumlah keterbatasan, seperti kemampuan mempertahankan suhu dingin yang kurang optimal, mudah retak atau rusak akibat benturan maupun penggunaan berulang, serta memiliki bentuk yang kaku sehingga kurang praktis dibawa saat aktivitas memancing.
“Lamanya aktivitas memancing membuat hasil tangkapan harus segera disimpan pada media yang mampu menjaga suhu dingin secara optimal. Namun, wadah penyimpanan yang umum digunakan masih memiliki berbagai keterbatasan dari sisi daya tahan, kepraktisan, maupun kemampuan mempertahankan suhu. Kondisi inilah yang mendorong kami mengembangkan HUSKIVA BAG sebagai alternatif media penyimpanan yang lebih praktis, efisien, dan mampu menjaga kualitas hasil tangkapan,” jelas Ulfa.
Berangkat dari permasalahan tersebut, tim mengembangkan HUSKIVA BAG, yaitu tas penyimpanan ikan yang memanfaatkan sabut kelapa sebagai material utama insulasi. Sabut kelapa dipilih karena memiliki struktur serat berongga yang mampu menghambat perpindahan panas sehingga berpotensi menjaga suhu dingin lebih lama. Untuk mengoptimalkan kinerjanya, material tersebut dipadukan dengan teknologi insulasi termal berlapis yang terdiri atas lapisan aluminium foil sebagai pemantul radiasi panas, lapisan luar berbahan kain yang kuat dan tahan terhadap kondisi lapangan, serta lapisan dalam berbahan kain waterproof yang membantu menjaga kebersihan sekaligus memudahkan proses pembersihan setelah digunakan.
Melalui kombinasi material tersebut, HUSKIVA BAG dirancang untuk membantu mempertahankan suhu dingin secara lebih optimal sehingga kesegaran hasil tangkapan dapat terjaga selama perjalanan. Selain itu, desainnya yang fleksibel membuat tas lebih mudah dibawa, disimpan di bagasi kendaraan, maupun digunakan saat berpindah lokasi memancing dibandingkan wadah penyimpanan konvensional.
Salah satu anggota tim, Devita Nisa, menjelaskan bahwa pemanfaatan sabut kelapa menjadi nilai tambah utama HUSKIVA BAG karena mampu meningkatkan nilai guna salah satu sumber daya alam yang melimpah di Indonesia menjadi produk inovatif bernilai ekonomi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sabut kelapa tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan atau media tanam, tetapi juga memiliki potensi sebagai material insulasi pada produk penyimpanan ikan. Melalui inovasi ini, kami berharap sumber daya lokal dapat memberikan solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ujarnya.
Selain mengutamakan kemampuan menjaga suhu dingin, HUSKIVA BAG juga dirancang dengan memperhatikan aspek kenyamanan pengguna. Produk ini memiliki desain yang ergonomis, ringan, mudah dibawa, serta lebih praktis digunakan dibandingkan wadah penyimpanan konvensional. Perpaduan teknologi insulasi termal berlapis dan material lokal menjadikan HUSKIVA BAG sebagai alternatif media penyimpanan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan sport angler.
Ke depan, tim berharap HUSKIVA BAG dapat menjadi alternatif media penyimpanan ikan bagi sport angler maupun masyarakat yang membutuhkan wadah penyimpanan berinsulasi. Tim juga berkomitmen untuk terus menyempurnakan kualitas produk, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas jangkauan pemasaran agar inovasi ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Dengan dukungan Universitas Negeri Malang dan bimbingan dosen pendamping, tim optimistis HUSKIVA BAG dapat berkembang menjadi produk inovatif yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menunjukkan bahwa pemanfaatan material lokal melalui penerapan teknologi yang tepat mampu menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap HUSKIVA BAG dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan media penyimpanan ikan yang praktis, tahan lama, dan mampu menjaga kesegaran hasil tangkapan. Inovasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa dapat melahirkan produk yang memiliki manfaat nyata sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal Indonesia,” tutup Ulfa.




