Galeri Joko Tingkir, Tingkatkan Kecintaan pada Rosulullooh Melalui Artefak peninggalan Nabi Muhammad
Galeri Joko Tingkir Trangkil di kawasan Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, menyimpan sejumlah artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW, serta sejumlah artefak milik sahabat nabi. Syaiful petugas yang berkhidmat di Galeri Joko Tingkir Trangkil mengatakan, setidaknya ada 150 artefak yang dimiliki galeri merupakan artefak asli pada era Rosululloh, dan sebagian koleksi galeri yang dipamerkan merupakan bagian dari jasad Nabi Muhammad SAW. “ Di Gedung galeri JokoTingkir Trangkil ini ada sekeliling 150 artefak yang dipamerkan, terbagi di 2 gedung dimana gedung pertama ini berisi artefak asli, dan digedung dua koleksinya berupa replika seperti maket situasi rumah Rosululoh dan lain sebagainya untuk memberikan gambaran kondisi pada ketika itu,” ujarnya.
Ratusan koleksi artefak di gedung yang dibangun pada 14 Oktober 2020 bertepatan dengan Maulid nabi tersebut, merupakan koleksi dari pengasuh Pondok Pesantren Al Fatah Temboro yang berasal dari hadiah dari sejumlah tamu yang hadir ketika melakukn studi banding pondok pesantren maupun dari tamu yang melakukan kunjungan silaturohim sesama jamaah tabligh. Sebagian besar koleksi galeri berasal dari koleksi Kyai Gus Fatah dan Kyai Haji Ubaidillah Al Ahror. ” Koleksinya galeri didapat dari tamu sebagai hadiah. Mereka biasanya datang untuk study banding pondok pesantren dan datang untuk silaturohim sesama jamaah tablik. Para tamu yang mempunyai artefak jaman nabi yang kemudian dihadiahkan kepada kyai.,” imbuh Syaiful.
Sejumlah koleksi yang sangat langka tersebut diharapkan akan menambah keimanan para pengunjung dan menambah kerinduan kepada Rosululloh Nabi Muhammad SAW melalui artefak penginggalannya.
Di Galeri Joko Tingkir Trangkil pengunjung dapat menyaksikan batu sijil atau batu yang dibawa oleh burung ababil ketika menghancurkan laskar gajah Abrahah ketika akan menghancurkan Kabah. Potogan batu pondasi kabah ketika dibangun pada tahun 1415 juga dapat disaksiskan digaleri tersebut. Sejumlah barang milik Rosululloh seperti panah dan mata panah, tongkat, tempat obat potongan sorban, terompah, jejak kaki dan sejumlah barang milik sahabat rosululloh juga dipamerkan di galeri tersebut.
Salah satu pengunjung Galeri Abduk Ghoni dari Negara Kamboja mengaku mengaku menjadi sangat merindukan Rosululloh terkenang beliau melalui artefak peninggalannya. Melalui peninggalan artefak tersebut dia mengaku dapat belajar banyak bagaimana sulitnya perjuangan Rasululloh. “ Berkali kali saya kesini, setiap disini Masyaallah tambah asmara pada Rasululloh. Kehidupan Rasululloh tidak mudah seperti ketika ini. Saya kagum salah satu koleksi sandal Rosululloh yang Beliau kenakan, perjuangannya membangun peradaban religi Islam luar normal,” katanya.(Diskominfo / kontrib.skc / fa2 / IKP1)



