Magetan, Pernahkah Anda bertanya-tanya, seberapa aman anak-anak kita berselancar di dunia maya? Di tengah derasnya arus digital, ancaman tak terlihat mengintai generasi muda Magetan. Tapi jangan khawatir, Pemerintah Kabupaten Magetan tak tinggal diam! Melalui program ‘Mbulan Ndhadhari‘ episode ke-30, kita semua diajak ‘menyalakan literasi’ dan menjaga anak-anak kita dari bahaya radikalisme digital.
Acara penting ini, yang digagas oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, kembali digelar meriah pagi ini di Pusat Graha Literasi Kabupaten Magetan. Sebuah bukti konsistensi yang patut diacungi jempol!
Tema utamanya? “Menyalakan Literasi di Bumi Mageti dengan Menguatkan Jiwa Generasi NKRI”. Yang menarik, acara ini juga jadi momentum untuk mengawal implementasi Surat Edaran Bupati Magetan yang ramai dibicarakan: Pembatasan Penggunaan Ponsel di Sekolah! Ya, mulai dari PAUD, SD/MI, SMP/MTs, hingga Pendidikan Non Formal. Ini bukan sekadar aturan, tapi upaya serius untuk menyelamatkan anak-anak kita dari candu gadget.
Dukungan penuh terlihat dari kehadiran berbagai pihak, seperti perwakilan Kantor Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah Magetan dan Ponorogo, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Magetan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Magetan, serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Kabupaten Magetan. Ini bukti keseriusan kita semua!
Ibu Dra. Endang Ambarwati, M.M., Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Apresiasi dan rasa syukur atas bertahannya konsistensi wadah literasi ini hingga mencapai episode ke-30,” ujarnya. Senada, perwakilan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Bapak/Ibu Sulis, memberi semangat keras, “Kita harus terus mengawal kebijakan pembatasan ponsel di lingkungan sekolah demi pembentukan karakter siswa yang lebih fokus dan positif di dunia nyata.” Sebuah pesan penting untuk kita renungkan bersama!
Ancaman Nyata: Anak-Anak TERADIKALISASI Lewat Medsos & Game Online!
Tapi bintang utamanya tentu saja para narasumber! Ada Kolonel Sus Dr. Harianto selaku Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dari Direktorat Pencegahan BNPT RI, yang memaparkan isu SUPER PENTING: “Pendidikan Karakter Kebangsaan: Penguatan Ketahanan Keluarga & Gen Muda dlm Cegah Paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme).”
Bayangkan, Bapak/Ibu! Kolonel Harianto mengungkapkan data yang bikin kita merinding: Tahun 2025 saja, 112 anak di 26 provinsi TERADIKALISASI hanya lewat media sosial dan game online! Dampak gadget ini bukan hanya soal psikologi seksual anak, tapi juga ancaman terorisme yang nyata di ruang digital!
Jadi, apa yang bisa kita lakukan? Kata Kolonel Harianto, deteksi dini adalah kunci, dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah dan sekolah. Kita harus peka terhadap penggunaan gadget atau game online yang berlebihan pada anak. Makanya, kebijakan pembatasan ponsel di lingkungan pendidikan Kabupaten Magetan ini dinilai SANGAT TEPAT sebagai salah satu langkah taktis untuk memitigasi risiko paparan negatif dunia digital.
Beliau juga tak lupa memberi wejangan langsung ke adik-adik pelajar: “Jangan pernah mengakses situs atau game yang mengarah ke pornografi dan cybercrime seperti pinjol! Fokus pada tugas utama kalian: belajar untuk mewujudkan cita-cita dan masa depan yang cerah!” Tegas dan penuh makna!
Tak kalah penting, Bapak Supriyoko, S.Pd dari SMP N 1 Parang, membagikan tips praktis bagaimana mengembalikan ‘dunia nyata’ di sekolah. Dengan implementasi budaya literasi non-digital, kita bisa mempererat komunikasi serta ikatan sosial yang sehat antarsiswa. Jadi, yuk, kembali ngobrol dan berinteraksi langsung!
Sesi tanya jawab yang seru dan foto bersama menutup rangkaian Mbulan Ndhadhari ke-30 ini. Harapannya jelas: Lewat sinergi luar biasa ini, kita semua berharap generasi muda Magetan bisa tumbuh jadi Generasi NKRI yang berkarakter kuat, cerdas digital, dan tangguh menghadapi segala ancaman ideologi.
Mari kita bersama-sama mewujudkan masa depan cerah untuk anak-anak Magetan! Jangan biarkan gadget merenggut masa depan mereka!
(Diskominfo / fa2)






