Wednesday, June 10, 2026
Home Sosial Media Update Webinar Women Leadership Sahabat Prokopim. Perempuan dalam posisi kepemimpinan …

Webinar Women Leadership Sahabat Prokopim. Perempuan dalam posisi kepemimpinan …

0
109

Webinar Women Leadership

Sahabat Prokopim.
Perempuan dalam posisi kepemimpinan di Indonesia memang sudah sejak lama menjadi dialektika kritis akan kapasitas dan kapabilitas perempuan itu sendiri. Tidak hanya di Indonesia, diberbagai belahan dunia masih banyak yang mendiskreditkan perempuan perihal posisinya dalam dunia kepemimpinan diplomatis, hal tersebut juga menjadi tujuan ke 5 Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 yaitu memastikan perempuan dapat berpartisipasi penuh dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk kepemimpinan pada semua level pengambilan keputusan.

Diana ES Sutikno, Konjen RI Osaka, melalui daring menyampaikan “Dunia diplomasi saat ini masih Male Dominated (didominasi laki-laki), karena dianggap laki-laki itu lebih rasional dan itu merupakan salah satu penyebab kurangnya keterwakilan perempuan dalam dunia diplomasi” Pungkas Diana.

“Tantangan utama (menjadi) Diplomat Perempuan antara lain menyeimbangkan waktu antara keluarga dengan pekerjaan dan tentunya budaya, norma dan sistem hukum di negara-negara tertentu yang lebih bias gender dibandingkan Indonesia” tambah Diana

Praktisi Psikologi, Corina Riantoputra pada kesempatan ini juga mengemukakan pendapatnya terkait masalah yang menghambat potensi perempuan dalam posisi kepemimpinan “tantangan yang sering diterima perempuan saat ini adalah adanya konflik identitas” ungkap Corina.

Corina menjelaskan bahwa menurut riset yang telah beliau lakukan dari 3 provinsi di Indonesia “mereka itu kurang confidence (percaya diri) dalam menjadi pemimpin dan mengambil suatu keputusan, serta perlu diperhatikan juga bagaimana society (masyarakat) tempat mereka itu bagaimana yang tentu akan menjadi salah satu faktor yang akan menyebabkan a lack of confidence (kurangnya percaya diri) sehingga membuat perempuan tidak bisa menjadi pemimpin dalam suatu pengambilan keputusan” terang Corina.

Corina juga menekankan kalau konflik internal perempuan mengenai gender harus diselesaikan sejak kecil, peran keluarga dalam menanamkan kepemimpinan adalah tugas kepala keluarga dengan membuat mereka (perempuan) untuk diberi kesempatan menjadi pemimpin sehingga akan memunculkan leadership self-efficacy pada diri perempuan.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here