Rapat Koordinasi Tinjau Inflasi dan Indeks Perkembangan Harga Menjelang Ramadhan secara virtual hari ini digelar Kemendagri, dipimpin oleh Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir diikuti K/L dan Pemerintah Daerah se-Indonesia. Senin (24/2). Untuk Kabupaten Magetan rakor diikuti dari Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha, Magetan.
Materi pertama disampaikan oleh Plh. Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa, M. Habibullah. Yang menyatakan secara historis, sebagian besar kabupaten/kota mengalami inflasi pada bulan Ramadhan dengan inflasi tinggi, dominan terjadi di kabupaten/kota di luar Pulau Sumatera dan Jawa. Selama 5 tahun terakhir kelompok makanan, minuman, dan tembakau selalu memberikan andil inflasi terbesar di momen bulan Ramadhan. “Secara nasional jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPH pada M3 Februari 2025 lebih banyak dibandingkan kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH. Tak terkecuali di Pulau Jawa yang mengalami kenaikan IPH hanya di 5 kabupaten/kota. Kenaikan tertinggi terjadi di Kab. Bangkalan dengan nilai perubahan IPH 2.24%.” ungkap Habibullah.
Sementara Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menyoroti kebijakan pemerintah dalam penyerapan GKP setara 3 juta ton beras melalui Perum Bulog. Untuk pasokan bawang merah di PIKJ sebesar 98 ton (pasukan normal) sedangkan pasokan bawang putih mencapai 21 ton < 26 ton (19, 23% < dari pasokan normal). Sementara status dari Minyakita dan Minyak Goreng Curah sedang dalam intervensi.
Menegaskan apa yang dikatakan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Kadiv Hubungan Kelembagaan Bulog Epi Sulandari menyatakan, “Perum Bulog tengah memaksimalkan penyerapan gabah/beras dari petani menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Langkah ini dilakukan dalam upaya stabilisasi harga pasokan pangan di tengah permintaan komoditi yang diperkirakan naik.”
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan RI, selain melakukan percepatan distribusi Minyakkita, juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) mulai tanggal 24 Februari hingga akhir Maret 2025, sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan bahwa selama HBKN Ramadhan dan Idul Fitri mengamankan produksi dan pasokan pangan, distribusi, harga maksimal sama dengan HET (beras, gula konsumsi, minyak goreng, bawang putih, daging kerbau, dll) dan OP dengan harga di bawah HET.
“Hasil pantau menjelang HBKN Ramadhan dan Idul Fitri 2025 untuk stok Bapokting aman, namun terdapat bapok yang perlu diantisipasi adanya kenaikan harga seperti cabai rawit merah, gula pasir, bawang putih, dan Minyakita.” Papar Kabareskrim Polri yakni Komjen Wahyu Widada.(Diskominfo:may / fa2 / IKP1)