Usia “Sepuh” harus Tetep manjur – Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Magetan

0
111

Usia “Sepuh” harus Tetep manjur

nyaris seratus lansia tampak bersemangat ikuti Senam Lansia dan SBLI 3, senam low impact ini secara runut dilaksanakan penuh dari awal hingga akhir. Setelah sebelumnya ditampilkan tarian Magetan Kumandang dan Gunung Gunung, oleh ibu-ibu lansia. Kantor Kecamatan Kawedanan. (Senin, 29/5/23 )

Memperigati Hari Lanjut Usia Nasional ( HALUN ) ke-27, Yayasan Gorontologi Abiyoso Kabupaten Magetan, laksanakan senam berbarengan serta tasyakuran. Dengan mengambil tema ” Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat”.

“Kegiatan ini merupakan program kerja yang setiap tahun diadakan untuk ,membangkitkan semangat para lansia agar sehat dan bermanfaat dan tetap eksis. Sebagai Hari Lansia yang ke-27 semenjak pada 29 Mei 1996 Hari Lansia disahkan. Dikecamatan Kawedanan semangat lansianya luar normal. Diusia yang tak lagi muda tetap dapat berkreasi, seperti tari dan senam, dan tetap melaksanakan aktifitas keseharian agar terhindar dari Sepuh, sunyi, Sepo dan Samung, sehingga lansia menjadi bermanfaat dan bermanfaat” ungkap Soetamno, Ketua Gerontologi Magetan

Sementara itu Soemarno Abdul Azis
Ketua Baznas Magetan sesaat sebelum menyalurkan donasi kepada 5 orang lansia yang membutuhkan, menyatakan “Kegiatan ini positid, dengan kegiatan sepertii inibmenambah semangat lansia, disini Baznas melaksanakan tugasnya menyalurkan donasi kepada para lansia, untuk meringankan sedikit beban.” Soemarnk kemudian berpesan,”
Usia boleh lanjut semangat kemampuan tidak boleh surut”.

Dikesempatan yang sama Bupati Magetan, Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si menyatakan “Rahasia umur panjang, itu happy atau senang, dengan happy hormon senang muncul dopamin, serotonin,oksitosin dan endordin. ketika hormon senang itu muncul penyakit akan senggan menghampiri.” Terkait dengan umur dan kebahagiaan Kang Woto juga berpesan ” senang bukan monopoli anak muda, lansia juga berhak bahkan harus senang. senang hak seluruh orang tidak terikat umur. uzur sekarang tak harus mandito, mandito kekinian itu berbuat kebaikan dengan sesuatu yang bermanfaat, tidak menyepi menyendiri seperti konsep mandito antik.”

sembari bercanda Bupati kemudian memberikan tips dan triknya ketika lansia ditanya terkait umur . ” kalau ditanya umur berapa, jawabnya baru 72 tahun, jangan sudah 72 tahun, jadi usia boleh 72 tapi semangat 27. ” ungkap Kang Woto yang diiringi gelak tawa para lansia. Bupati kemudian berpesan “Jangan pernah berhenti berkarya, tetaplah bersemangat jadi lansia yang bermanfaat dan tetap sehat.”(Diskominfo / fa2 / IKP1)

Sumber berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here