Tuesday, June 9, 2026
Home Sosial Media Update Tak Sekadar Tabur Bunga, Inilah 4 Makna Nyekar Bagi Orang Magetan SobatKom, ‘…

Tak Sekadar Tabur Bunga, Inilah 4 Makna Nyekar Bagi Orang Magetan SobatKom, ‘…

0
2083

Tak Sekadar Tabur Bunga, Inilah 4 Makna Nyekar Bagi Orang Magetan

SobatKom,

‘Nyekar’ berasal dari kata ‘sekar’ yang dalam Bahasa Jawa berarti bunga atau kembang. Umumnya, bunga yang digunakan untuk Nyekar di Magetan adalah bunga mawar (merah/ putih) dan kenanga. Selain itu, penjual bunga di Magetan juga menambahkan daun pandan dan minyak serimpi untuk menambah aroma wangi.

Tradisi yang kerap dilakukan oleh Masyarakat Magetan menjelang bulan Ramadhan ini ternyata mengandung beragam makna yang tak banyak orang tahu. Dalam hal ini, ‘nyekar’ tidak hanya sebuah praktik realitas dari suatu kepercayaan atau keagamaan saja. Adapun makna ‘Nyekar’ yang sering dilakukan oleh orang-orang magetan adalah sebagai berikut:

1. Sarana Bersih Diri

Tradisi nyekar menjelang bulan Ramadhan ini muncul karena adanya keinginan umat Islam untuk memasuki bulan suci dengan keadaan bersih. Mereka ingin segala kesalahan dan kekeliruan yang telah dilakukan, baik dengan yang disengaja atau tidak, dimaafkan oleh semua kerabatnya, termasuk kerabat yang telah terlebih dahulu pergi meninggalkan dunia.

2. Wahana Refleksi dan Instropeksi

Melalui ziarah kubur (nyekar), orang akan dapat merefleksikan diri, mengingat dari mana mereka berasal, dibesarkan, dan dilimpahi kasih sayang. Dari refleksi itu, akan timbul rasa iba dan harapan besar akan ampunan Tuhan untuk mereka yang telah lebih dulu pergi meninggalkan dunia.

3. Sarana Pengingat akan Datangnya Kematian

Hal lain yang tidak boleh dilupakan, tradisi nyekar yang sering dilakukan oleh masyarakat Magetan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, juga merupakan sebuah pengingat akan datangnya kematian. Mati merupakan hal yang pasti, namun mati dengan keadaan tenang dan husnul khatimah bukanlah sesuatau yang mudah didapatkan.

4. Penyambung Tali Silahturahmi

Selain mengingat mereka yang telah terlebih dahulu pergi meninggalkan dunia, ‘nyekar’ juga merupakan sebuah sarana penyambung tali silahturahmi antar keluarga yang masih hidup. Dengan melakukan ziarah kubur, orang akan ingat dan berkunjung ke sanak saudara yang tinggal sekat dengan area pemakaman untuk menyambung tali silahturahmi.

 

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here