Tuesday, August 25, 2026
Home Berita Magetan SDIT Al Ikhlas Mantren Sekolah Pelopor Kurikulum Merdeka Pilihan YDSF Surabaya

SDIT Al Ikhlas Mantren Sekolah Pelopor Kurikulum Merdeka Pilihan YDSF Surabaya

0
270

SDIT Al Ikhlas Mantren Magetan terpilih menjadi salah satu lembaga pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Magetan yang mengikuti program sekolah pelopor Kurikulum Merdeka dari YDSF Surabaya.

Selain SDIT Al Ikhlas Mantren Kabupaten Magetan, terdapat dua sekolah lain di lingkup Provinsi Jawa Timur yang terpilih mengikuti program sekolah pelopor Kurikulum Merdeka yaitu Kabupaten Lamongan dan Banyuwangi.

Rangkaian kegiatan ini berlangsung selama 3 bulan dengan berbagai macam kegiatan yang dilakukan secara online dan offline. Kegiatan yang pertama adalah 22 dan 23 September. Kegiatan yang ke dua adalah Workshop Pembelajaran Diferensiasi dan Asesmen Pembelajaran yang dilakukan selama 3 hari mulai tanggal 17 Oktober sampai 19 Oktober.

Pada saat membuka kegiatan, perwakilan dari Kualita Pendidikan Indonesia yakni Ahmad Husaini menyampaikan “kegiatan ini dapat terselenggara karena adanya kerjasama dari tiga pihak yaitu Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya, Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) dan Yayasan Al Ikhlas Mantren”.

Hadir pula dalam pembukaan workshop yakni ketua BALITBANG Yayasan Al Ikhlas Mantren Magetan, Nur Rochani Hasyim.

“Proses yang berlangsung selama 3 bulan kedepan adalah bagian dari menempa diri para guru untuk menghasilkan peserta didik luar biasa sesuai dengan perkembangan zaman” tutur Nur Rochani.

Dari workshop yang berlangsung beliau berharap pemahaman para guru dapat meningkat sehingga dapat melakukan pembelajaran terhadap peserta didik dengan baik sesuai dengan kebutuhan masing-masing dan memberikan dampak terhadap lembaga terkait penerapan Kurikulum Merdeka

Hadir pula Farista Nur Fikriana sebagai kepala SDIT Al Ikhlas Mantren.“Kegiatan dalam program sekolah pelopor Kurikulum Merdeka antara lain school review online, asesmen diagnostik siswa, workshop pembelajaran diferensiasi dan asesmen pembelajaran , pendampingan pembelajaran, workshop assessment diagnostik siswa, project based learning dan online service class” tuturnya.

“Hal itu tercantum dalam perjanjian yang telah disepakati oleh ke-3 belah pihak” Tambahnya

Menurut Nina suatu kehormatan dapat ditunjuk oleh YDSF Surabaya menjadi sekolah pelopor Kurikulum Merdeka.

Kegiatan workshop berlangsung selama tiga hari dikuti oleh 34 guru yang mengajar di kelas 1 sampai kelas 6 bahkan guru pendamping khusus juga mengikuti dengan harapan semua guru yang terlibat akan mendapatkan ilmu baru sehingga dapat menerapkan Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan.

Dalam penutupan workshop (19/10) Nina menyampaikan “kegiatan berjalan lancar dan menyenangkan karena didukung oleh trainer yang kompeten, tepat waktu, menguasai materi serta kreatif jadi peserta tidak jenuh dan terjadi banyak diskusi, teman-teman mendapatkan ilmu dan pengalaman dari praktek yang dilakukan”.

Nina berharap setelah pelatihan ini guru mendapatkan ilmu atau pengetahuan yang lebih sehingga dapat menerapkan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran dan dapat menjadi sekolah pelopor Kurikulum Merdeka sesuai dengan apa yang ditetapkan dalam MoU serta dapat mengimbaskan pada sekolah di lingkungan sekitar.

“Dari workshop ini saya berharap teman-teman guru dapat menguasai materi dengan baik sehingga dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan menjadi bekal awal mengajar dengan sistem pembelajaran diferensiasi” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here