Saturday, July 25, 2026
Home Artikel Magetan Program Belajar Bahasa Inggris Inklusif, Mahasiswa Pengabdian Masyarakat UTM Ciptakan Buku Ajar...

Program Belajar Bahasa Inggris Inklusif, Mahasiswa Pengabdian Masyarakat UTM Ciptakan Buku Ajar Cetak dengan Tambahan QR Code Interaktif

0
194
Program Belajar Bahasa Inggris Inklusif, Mahasiswa Pengabdian Masyarakat UTM Ciptakan Buku Ajar Cetak dengan Tambahan QR Code Interaktif

Magetan, 1 Juli 2025 — Antusiasme anak-anak di Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, mewarnai masa libur sekolah mereka tahun ini. Bukan sekadar bermain, mereka memilih mengikuti kegiatan belajar Bahasa Inggris bersama mahasiswa pengabdian masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui program STEP (Start Talking English Practice).

Program STEP hadir sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif, memadukan sesi kelas, permainan outbound, dan media ajar cetak yang dilengkapi QR Code untuk latihan soal daring. Melalui konsep belajar yang menggabungkan teori dan praktik, anak-anak tidak hanya belajar dalam ruangan, tetapi juga diajak aktif bergerak dan menggunakan Bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu daya tarik utama program ini adalah buku ajar cetak yang disusun langsung oleh para mahasiswa. Buku tersebut dikembangkan dengan pendekatan kontekstual dan dilengkapi QR Code di setiap bab, yang mengarahkan ke soal digital. Dengan memindai kode menggunakan ponsel orang tua atau perangkat yang tersedia, anak-anak bisa melanjutkan pembelajaran secara mandiri di luar sesi tatap muka.

“Buku ini kami buat agar anak-anak lebih mudah menyukai Bahasa Inggris dan merasa bahwa belajar itu menyenangkan. Fitur QR Code kami hadirkan sebagai bentuk pengenalan digitalisasi sejak dini, sejalan dengan tema pengabdian kami: Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri Sejahtera di Era Digital,” ujar Melly, salah satu penyusun buku sekaligus koordinator kegiatan.

Kegiatan berlangsung dua kali seminggu: satu sesi materi di kelas dan satu sesi outbound di alam terbuka. Dari menyebut nama benda sekitar hingga mengikuti permainan berbahasa Inggris, pendekatan ini mendorong anak-anak untuk belajar secara aktif, kolaboratif, dan penuh tawa.

Program STEP juga mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Haryo Triajie, S.Pi., M.Si., yang mendorong mahasiswa untuk menciptakan metode belajar yang sederhana namun berdampak, dengan sentuhan teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan semangat belajar yang tinggi, media ajar yang kreatif, dan suasana liburan yang dimanfaatkan secara produktif, program STEP menjadi jembatan nyata antara pendidikan dasar anak-anak desa dan perkembangan teknologi yang terus berjalan.

Author:
Amalia Hasan
Diah Silviana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here