Wednesday, June 10, 2026
Home Sosial Media Update Pesilat di Magetan Curhat Dengan Kapolda Terkait Himbauan Tidak Melaksanakan Lat…

Pesilat di Magetan Curhat Dengan Kapolda Terkait Himbauan Tidak Melaksanakan Lat…

0
22

Pesilat di Magetan Curhat Dengan Kapolda Terkait Himbauan Tidak Melaksanakan Latihan di Hari Sabtu dan Minggu.

Sejumlah pesilat di Kabupaten Magetan, Jawa Timur meminta Kapolda Jawa Timur mempertimbangkan himbauan bagi perguruan silat tidak melaksanakan kegiatan latihan di Hari Sabtu dan Minggu.

Nanang salah satu pesilat yang menjabat sebagai dewan Pembina IPSI Magetan mengatakan, kebanyakan siswa silat di Kabupaten Magetan adalah pelajar, sehingga adanya himbauan untuk tidak melakukan latihan di Hari Sabtu dan Minggu menurutnya akan mengganggu kegiatan belajar mereka. “ personil kami itu kebanyakan anak anak sekolah, sehingga kami hanya dapat memanfaatan hari Sabtu dan Minggu agar tidak mengganggu belajar mereka,” ujarnya di Pendopo Surya Graha dalan kegiatan Jumat Curhat (10/03/2023).

Nanang juga berharap Kapolda memberikan suport terhadap slogan sing akur kabeh sedulur menjadi slogan IPSI untuk mengukuhkan kebersamaan para pesilat di Magetan. Slogam sing akur kabeh sedulur merupakan slogan yang digagas Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan ketika melaksanakan kegiatan Turnamen Pencak Silat Kapolres Cup beberapa masa lalu. “ Kebetulan kami sebagai personil IPSI belum mempunyai slogan secara kebersamaan. Kami ijin slogan dari pak kapolres kami jadikan slogan kebersamaan,” imbuhnya.

Kapolda Jatim Toni Harmanto mengatakan, sejumlah perselisihan perguruan silat di Jawa Timur sudah membawa korban luka luka dan bahkan meninggal, sehingga adanya himbauan untuk tidak melaksanakan kegitan latihan di Hari Sabtu dan Minggu dimaksudkan untuk memperkecil timbulnya konflik. “ Setelah saya memetakan dimana ada aktifitas berkumpul bergerombol, persoalan timbul di masa itu tadi. Setelah ada himbauan itu menurun, karena tidak ada pertemuan fisik antara personil pencak silat,” katanya.

Terhadap permintaan para pesilat di Kabupaten Magetan Toni Harmanto mengaku akan mempertimbangkan permintaan tersebut, mengingat selama ini di Kabupaten Magetan tidak pernah terjadi konflik antar perguruan silat. “Silahkan kalau kapolres ada pertimbangan disini, karena tidak ada keributan antar perguruan silat disni ,” ujarnya.(Diskominfo / kontrib.skc / fa2 / IKP1)

Sumber berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here