Tuesday, May 12, 2026
Home Berita Magetan Pemerintah Pusat Makin Serius Ngurusin Inflasi Daerah, Pemda Diminta Gerak Cepat!

Pemerintah Pusat Makin Serius Ngurusin Inflasi Daerah, Pemda Diminta Gerak Cepat!

0
2

Pemerintah pusat lagi-lagi nunjukkin kalau mereka serius banget ngurusin inflasi di daerah. Dalam rapat koordinasi gabungan (online dan offline) soal pengendalian inflasi daerah hari Senin kemarin (11/5/26), pemerintah pusat ngingetin pentingnya pemda (pemerintah daerah) buat gerak cepat jaga harga kebutuhan pokok biar stabil. Apalagi, harga-harga di berbagai wilayah masih beda-beda banget.

Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Bapak Tomsi Tohir, bilang kalau pemda itu nggak boleh cuma nonton doang waktu harga di pasar naik gila-gilaan. Kata beliau, daerah yang harganya jauh lebih mahal dari daerah tetangga harusnya langsung cek ke lapangan, cari tahu akar masalahnya.

Nah, Pak Tomsi sampai bilang gini, “Jangan biarkan para pedagang mengatasi sendiri persoalan yang terjadi. Pemerintah daerah harus turun, mencari tahu di mana letak kesulitannya,” gitu tegasnya.

Menurut Pak Tomsi, jago atau enggaknya pemda ngatur inflasi itu bisa jadi tolok ukur seberapa jujur dan pintar para PNS-nya sama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di sana. Soalnya, kalau harga bedanya terlalu jauh antar daerah, kasihan banget masyarakat yang harus nanggung beban.

Inflasi Nasional Turun, Tapi Harga Pangan Daerah Masih Bikin Was-Was

Nah, kabar baiknya, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) nunjukkin kalau inflasi nasional di April 2026 itu cuma naik tipis 0,13% dibanding bulan sebelumnya. Kalau dihitung dari awal tahun sampai sekarang (inflasi tahun kalender), angkanya baru 1,06%. Ini jauh lebih rendah dibanding angka inflasi di periode yang sama beberapa tahun belakangan, lho!

Kata BPS, setelah Lebaran 2026, laju inflasi memang mulai melandai (turun pelan-pelan) setelah sempat naik di bulan Maret. Penurunan ini gara-gara harga beberapa barang kayak daging ayam, cabai rawit, telur ayam, sampai ongkos angkutan umum antar kota pada turun.

Tapi, meskipun begitu, harga pangan di daerah-daerah masih jadi PR utama. Data Indeks Perkembangan Harga (IPH) di minggu pertama Mei 2026 nunjukkin kalau ada 15 provinsi yang IPH-nya masih naik. Barang-barang yang bikin naik itu cabai merah, minyak goreng, sama bawang merah.

Bahkan, ada beberapa daerah yang kenaikan harganya lumayan tinggi, sebut saja Kabupaten Tapanuli Selatan, Lampung Barat, sampai Jombang. Tapi di sisi lain, beberapa wilayah di Sulawesi Utara malah ngalamin penurunan harga yang cukup drastis, terutama buat cabai rawit dan daging ayam.

Pusat Minta Pemda Lebih Bertanggung Jawab!

Di rapat itu, pemerintah pusat juga nyorotin beberapa daerah yang belum ngasih laporan konkret soal langkah-langkah mereka buat ngontrol inflasi. Padahal, upaya-upaya kayak operasi pasar, ngecek distribusi barang, atau ngobrol sama pedagang itu penting banget lho buat jaga harga biar stabil.

Rapat inflasi kali ini jadi pengingat penting: ngatur harga itu bukan cuma soal ngitung-ngitung angka statistik doang, tapi langsung nyambung sama seberapa mampu masyarakat belanja dan seberapa kuat ekonomi mereka. Pemerintah berharap, kerja sama antara pusat dan daerah makin kuat biar harga pangan yang naik turun nggak malah bikin masalah ekonomi yang lebih besar.

(Diskominfo:may / fa2 /)

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here