Friday, April 24, 2026
Home Berita Dinas Pelatihan Pembuatan BIOSAKA | Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan...

Pelatihan Pembuatan BIOSAKA | Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan

0
25

Pada tanggal 19 Januari 2023, Dinas TPHPKP Kab. Magetan beserta jajarannya dan para perwakilan poktan serta pendamping tiap BPP Kecamatan di magetan menyelenggarakan pelatihan pembuatan biosaka yang bertempat di dinas TPHPKP Kab. Magetan. Biosaka hadir sebagai penemuan untuk megurangi penggunaan pupuk kimia dan melindungi tanaman dari hama yang bahan bakunya memanfaatkan sumber daya alam disekitar. Selain dilaksanakan di Dinas TPHPKP, pembuatan biosaka ini juga telah dilaksanakan BPP di kecamatan-kecamatan. Untuk membikin biosaka sangatlah mudah bahan, peralatan dan langkah pembuatannya. Berikut ini untuk bahan, peralatan dan langkah  pembuatan biosaka.

Peralatan :

  • wadah (baskom/ember)
  • gayung
  • saringan
  • corong
  • botol/jerigen untuk wadah biosaka

 

Bahan :

  • Rumput-rumputan/daun-daunan yang sehat, sempurna, ukuran daun simetris, tidak terkena hama/penyakit, tidak bolong-bolong, tidak jamuran, ujung daun tidak kusam dan warna daun rata. Ambil agak ke pucuk/daun tetap hijau, boleh diambil 2-4 daun dengan batangnya,
  • Jangan ambil rumput yang berduri agar tidak melukai tangan masa meremas
  • Minimal 5 jenis dari rumput/daun sekeliling pertanaman, jenis dan warna rumput/daun bebas, tidak harus standar/seragam karena setiap masa dan tempat dapat berbeda-beda.
  • Banyaknya satu genggaman tangan untuk 1 wadah dalam satu kali pembuatan

 

langkah Pembuatan :

  • Meremas didahului berdoa dan dilakukan dengan sabar, ikhlas, sepenuh hati dan konsentrasi.
  • Campurkan bahan dengan air suci sebanyak 2-5 liter dalam wadah yang sudah disiapkan (tanpa campuran bahan apa pun)
  • Lakukan peremesan dengan tangan kanan, sementara tangan kiri memegang pangkal bahan. Sekali meremas diikuti sekali memutar/mengaduk air ke kiri. Tangan kanan bergerak memutar air ke kiri (berlawanan arah jarum jam) sembari mengumpulkan bahan yang tercecer sembari tetap meremas
  • Diremas sampai selesai, tidak berhenti, tidak sampai hancur batangnya, tangan tidak boleh diangkat, tetap tangan di dalam air dan tidak berganti orang.
  • Meremas rumput tidak boleh pake blender, mesin, ditumbuk tetapi harus menggunakan tangan
  • Peremasan dilakukan sampai ramuan tunggal (sebenarnya hingga koheren/selaras), disebut tunggal karena menyatu antara air dengan saripati rumput/daun. Untuk mencapai tunggal perlu masa kisaran10-20 menit.
  • ciri-ciri visual bahwa biosaka disebut tunggal: tidak mengendap, tidak timbul gas, tidak ada butiran, bibir permukaan membentuk pola cincin, ramuan biosaka terlihat pekat dan mengkilap, dapat berwarna hijau/biru/merah sesuai dengan warna rumput/daun yang digunakan. Bagi biosaka tunggal yang sempurna dapat disimpan hingga 5 tahun.
  • Kepekatan ramuan biosaka dapat diukur dengan menggunakan alat Total Disolved Solid (TDS), harga murah dapat dibeli di toko maupun online. Mengukur dengan TDS, pada ketika sebelum dan setelah diremas, peningkatannya minimal 200 ppm dan untuk menjadi tunggal sempurna di atas 500 ppm. Ukuran ini bukan satu-satunya langkah untuk mengukur biosaka tunggal, tetapi hanya alat bantu saja. tetap banyak alat ukur yang lain, seperti metode kinesologi.
  • Selanjutnya ramuan biosaka disaring menggunakan alat saringan dan dimasukan ke dalam botol/jerigen menggunakan corong.
  • Ramuan biosaka dapat langsung diaplikasikan dan sisanya dapat disimpan. Wadah ramuan biosaka disimpan di tempat yang kondusif dan jauh dari jangkauan anak-anak

 

langkah Pengaplikasian:

  • Alat semprot harus suci dari kandungan sisa pestisida
  • Dosis penyemprotan untuk padi dan jagung 40mL/tanki semprot volume 15 liter. Untuk aneka kacang dan umbi 30mL/tanki dan hortikultura 15ml/tanki. Untuk satu ha lahan cukup 3-5 tanki sprayer.
  • Untuk padi dan jagung, aplikasi pertama pada umur 7-10 HST dan dilanjutkan 7 kali semusim dengan selang penyemprotan 10-14 hari dan untuk sayuran seminggu sekali.
  • Penyemprotan dilakukan dengan nozzle kabut di atas pertanaman, minimal 1 meter di atas tanaman, tidak boleh diulang-ulang
  • masa penyemprotan dapat pagi/siang/sore dan sebaiknya pada sore hari ketika ada angin sehingga mudah menyemprot ngabut, perhatikan cuaca dan arah menyemprot mengikuti arah mata angin.
  • Penyemprotan cukup dari atas galengan dengan stik diperpanjang hingga 2- 3 meter.
  • Aplikasi biosaka efektif di letak hamparan insitu dari bahan rumput/daun di sekeliling. Jarak efektif aplikasi maksimal 20 km dan untuk lahan yang sudah berat/tidak sehat harus lebih dekat lagi, tidak efektif biosaka diaplikasikan/dikirim antara daerah karena terkait pengenalan agroekosistem.
  • langkah memilih rumput, meremas, menyemprot dan testimoni hasilnya dapat mempelajari dari youtube propaktani dengan materi biosaka.

Sehingga diharapkan dengan adanya biosaka ini dapat membantu petani dalam rangka efisiensi pengunaan pupuk kimia dan perlindungan untuk tanaman dari serangan hama.

 

Sumber berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here