Thursday, April 16, 2026
Home Berita Magetan Mengenal Harul, Alumni SMKN 1 Bendo  Magetan Perakit Hot Wheels Custom yang...

Mengenal Harul, Alumni SMKN 1 Bendo  Magetan Perakit Hot Wheels Custom yang Punya Mimpi Sebesar Porsche RWB

0
6

Siapa sangka, berawal dari rasa jenuh melihat koleksi mainan yang bentuknya dianggap monoton, seorang pemuda asal Magetan sukses mengubah hobinya menjadi ladang bisnis menjanjikan. Inilah kisah Harul Wahyu Alfizahrobby (25), alumnus SMK 1 Bendo yang kini dikenal sebagai perakit Hot Wheels custom yang andal.

Bagi Harul, mobil-mobilan skala 1:64 ini bukan sekadar pajangan. Di tangannya, mainan pabrikan bertransformasi menjadi unit eksklusif yang punya karakter kuat.

Kecintaan Harul pada dunia modifikasi ternyata memiliki kiblat yang jelas. Ia mengaku sangat terinspirasi oleh sosok Akira Nakai, maestro di balik RAUH-Welt Begriff (RWB) yang tersohor karena tangan dinginnya dalam mengubah tampilan Porsche menjadi jauh lebih agresif dan ikonik.

Semangat Nakai yang mengerjakan setiap detail mobil secara manual dan personal itulah yang coba ia adaptasi ke dalam skala kecil.

 “Saya sangat terinspirasi dengan Akira Nakai, pencipta Porsche RWB. Bagaimana dia melihat sebuah mobil bukan cuma mesin, tapi karya seni. Semangat itu yang saya bawa saat memodifikasi Hot Wheels,” ujar Harul.

Nekat ‘Ngorek’ Sejak Kelas 3 SMA

Langkah besar Harul di dunia custom mainan ternyata punya sejarah yang cukup panjang. Harul mulai mencoba-coba mengoprek Hot Wheels itu sejak ia masih kelas 3 SMA. Saat itu, ia merasa berada di titik jenuh karena melihat deretan koleksinya yang tampil seragam dengan bentuk yang “gitu-gitu saja” sesuai standar pabrik.

“Waktu itu saya merasa bosan, bentuk mobilnya kok standar banget. Akhirnya pas kelas 3 SMA saya beranikan diri untuk merubah sendiri bentuk Hot Wheels yang saya punya. Saya rakit dengan model yang memang saya sukai,” ungkap Harul.

Dengan bekal ketelitian yang didapat selama menimba ilmu di SMK 1 Bendo, Harul terus mengasah kemampuannya membongkar, mengecat ulang, hingga memodifikasi bagian-bagian kecil mobil. Setelah merasa berhasil merakit model yang ia dambakan, ia mencoba mengunggah karyanya ke media sosial.

Niat awalnya hanya ingin berbagi hasil eksperimen pribadi. Namun, siapa sangka respons netizen justru di luar dugaan hingga ia memutuskan untuk menyeriusi bidang ini sebagai profesi setamat sekolah.

“Saya waktu awal hanya menerima jasa pengecatan saja, tapi setelah itu saya terus belajar bagaiaman bisa modifikasi dan sampai sekarang bisa custom repair “kata Harul.

Kini, bisnis Harul semakin berkembang pesat. Tak hanya menjual unit yang sudah jadi, ia juga membuka jasa repair dan modifikasi sesuai permintaan khusus dari para kolektor (custom request). Keahliannya pun tidak main-main karena mampu mengerjakan detail-detail rumit.

Untuk urusan harga, Harul mematok tarif yang sebanding dengan tingkat kerumitan dan detail seni yang ia tawarkan.

“Untuk satu unit Hot Wheels, harga minimal mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Itu semua tergantung tingkat kerumitan desainnya,” tambah pemuda kreatif ini.

Keberhasilan Harul membuktikan bahwa lokasi geografis bukanlah penghalang untuk melahirkan karya berkelas. Bagi Harul, tinggal di kota kecil seperti Magetan bukan alasan untuk membatasi mimpi dan kreativitas.

“Meskipun kita ada di kota kecil seperti Magetan ini, bukan berarti karya kita juga jadi kecil. Justru dari sini kita bisa membuktikan kualitas,” tegasnya.

Ia pun berpesan kepada generasi muda agar lebih berani mengenali potensi diri. Kenali  dirimu, kenali potensi dirimu. Karena sesuatu itu bernilai pada tempat yang tepat.”ujarnya.

“Kita akan bisa melakukan hal yang besar untuk diri kita sendiri. Caranya dengan menciptakan pekerjaan sendiri, bukan lagi sekadar mencari pekerjaan,” tutup Harul.(Diskominfo / kontrib.tik / fa2 /

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here