Kegiatan Posyandu DEA – UPTD Puskesmas Ngariboyo

0
83

Hipertensi merupakan suatu kondisi ketika tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau diastolik ≥ 90 mmHg pada orang dewasa.1 Prevalensi hipertensi di Indonesia pada tahun 2018 berdasarkan Riskesdas setinggi 34.1% pada populasi dewasa.2 Kondisi hipertensi sendiri seringkali tidak disadari oleh penderita, diperkirakan 46% orang dewasa tidak menyadari kondisi ini, dan hipertensi juga tetap menjadi penyebab primer kematian awal di seluruh dunia.3 Ada banyak unsur resiko yang menyebabkan hipertensi, dan beberapa unsur resiko ini dapat dicegah, seperti kebiasaan merokok, diabetes, kelebihan berat badan atau obesitas, jarangnya melakukan aktivitas fisik, konsumsi garam berlebihan, serta konsumsi alkohol.Kondisi lain yang tidak dapat dicegah yang menjadi unsur resiko hipertensi juga seperti adanya riwayat keluarga hipertensi, usia uzur > 65 tahun, serta ketika ada kondisi penyerta seperti penyakit ginjal.3

Apakah ketika seseorang mempunyai hipertensi langsung harus konsumsi obat? Tidak, seringkali ketika seseorang mengalami hipertensi, dokter akan menyarankan terlebih dahulu untuk dilakukan pola modifikasi gaya hidup sehat bagus untuk pencegahan hipertensi serta untuk mendukung tata laksana hipertensi ketika sudah konsumsi obat. Modifikasi gaya hidup dengan rutin sendiri dapat mengurangi hingga 15% kejadian komplikasi pada hipertensi.5

Pola pencegahan yang dapat kita lakukan sendiri contohnya seperti:3

  • Olahraga teratur setidaknya mininmal 30 menit setiap hari atau 150 menit per minggu. Olahraga yang dapat dilakukan seperti senam aerobik, jalan atau berlari, bersepeda, serta berenang
  • Menjaga berat badan ideal dengan menjalani gaya hidup sehat dan mengatur pola makan atau menurunkan berat badan pada kondisi kelebihan berat badan atau obesitas
  • Pola makan yang sehat dengan konsumsi makanan seimbang, menghindari makanan tinggi garam, lemak jenuh dan kolesterol. Membatasi konsumsi garam tidak melampaui 1 sendok teh per hari. Memperhatikan atau membatasi makanan cepat saji juga perlu dilakukan, karena makanan cepat saji umumnya mempunyai kandungan garam yang cukup tinggi
  • Konsumsi buah – buahan segar, sayuran, ikan, serta penggunaan minyak olive juga disarankan. Konsumsi kopi tanpa gula, teh hijau atau teh hitam juga dapat dilakukan
  • Menghindari kebiasaan merokok serta paparan terhadap asap rokok (perokok pasif)
  • Menghindari konsumsi alkohol

Kita juga dapat melakukan pengecekan rutin terhadap tekanan darah kita secara berdikari di rumah. Tetapi tetap disarankan untuk kontrol secara rutin ke dokter biasa atau dokter spesialis jantung kalau mempunyai riwayat atau unsur resiko dari hipertensi itu sendiri, karena gejala hipertensi sendiri seperti nyeri kepala, nyeri dada, pusing, sulit bernafas, mual, muntah, penglihatan kabur, irama jantung tidak normal, seringkali kondisi ini dapat muncul ketika tekanan darah sudah mencapai ≥180/≥120 mmHg dan kondisi ini seringkali sudah mengalami komplikasi karena hipertensi itu sendiri, sehingga krusial untuk kontrol sebelum gejala muncul.3

Pada akhirnya mengapa krusial sekali untuk kita mencegah kondisi hipertensi? Karena kondisi hipertensi sendiri selain menjadi penyebab primer kematian awal, juga mempunyai banyak komplikasi yang mempunyai tingkat kematian yang cukup tinggi seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke, gagal ginjal kronis, atrial fibrilasi, serta kematian.3,5 Dalam mencapai keberhasilan pencegahan hipertensi dan keberhasilan mengontrol kondisi hipertensi dibutuhkan adanya kerja sama pasien dengan dokter atau kedisiplinan pasien dalam mengatur pola hidup sehat. Lebih bagus mencegah sebelum mengobati.

dr. Johanes David Hendrijanto / dr. Vito Anggarino Damay, SpJP (K), M.Kes, FIHA, FICA

Sumber berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here