Jeli Membedakan Uang Palsu dan Uang Asli – Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Magetan

0
21

#SobatKom

Uang tunai sebagai alat transaksi pembayaran resmi digunakan oleh masyarakat.,vitalnya peran uang kertas cukup rawan terkena pemalsuan.Seperti kasus beredarnya upal beberapa waktu lalu di Kabupaten Magetan,Satreskrim Polres Magetan menangkap pelaku pengedar uang palsu.

Dengan adanya oknum pengedar uang palsu maka keberadaan uang palsu semakin meresahkan masyarakat dimana masa sulit pandemi covid-19 serta pembatasan kegiatan masyarakat yang masih berlangsung.

Jeli dalam membedakan uang palsu adalah hal yang pertama kali perlu dilakukan saat menerima uang pecahan dari segi tampilan gambar dan tulisan, tekstur kertas dengan teknik 3D yakni dilihat, diraba dan diterawang .

3D adalah teknik yang telah cukup lama diperkenalkan dan digalakkan oleh pemerintah sebagai tindakan pertama dalam mengecek uang palsu, umumnya uang palsu memiliki warna yang lebih pucat dan kusam dibanding uang yang asli. Selain itu, uang palsu juga akan luntur warnanya jika terkena air akibat dari perbedaan tinta yang digunakan dalam membuat uang palsu dan uang yang asli.

Disamping dengan melihat benang pengaman pada uang, dimana uang asli memiliki benang pengaman yang dapat berubah warna. Perubahan warna ini terjadi karena uang asli dibuat dengan tinta pigmen yang khusus sehingga akan terjadi perubahan warna pada tampilannya. Sedangkan pada uang palsu tidak akan terjadi perubahan warna, baik pada benang pengaman atau tampilan uang secara keseluruhan. Benang pengaman tersebut juga akan terlihat tersulam timbul pada uang yang asli, sedangkan pada uang palsu akan terlihat seperti tercetak biasa saja.

Langkah lanjutan yang dijadikan standar dalam membedakan uang palsu dan uang asli adalah tekstur kertas dari uang tersebut. Uang yang asli jika jika diraba maka teksturnya akan terasa lebih kasar dibanding uang palsu. Uang palsu juga biasanya lebih halus dan tipis dibanding uang asli, akan terasa seperti meraba kertas HVS atau kertas biasa.

Hal ini karena dalam uang palsu tidak terdapat unsur-unsur pengaman seperti yang ada dalam uang asli. Kalaupun uang palsu terasa agak kasar, itu berasal dari tinta sablon yang biasa digunakan bukan dari kertasnya itu sendiri. Uang palsu juga cenderung lebih mudah lecek karena ketipisan kertasnya dibandingkan dengan uang yang asli.

Cara lainnya adalah Menggunakan Sinar Ultraviolet Menyinari uang dengan sinar ultraviolet merupakan cara efektif melihat perbedaan uang asli dan palsu, Ketika disinari uang asli akan berpendar, sedangkan uang palsu tidak. (diskominfo/pb.ay/dok.IDNTIMES/

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here