Dinkes Magetan Ajak Warga Waspada DBD, Ini Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegpty Yang Harus Diketahui Masyarakat.
Magetan, Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mencatat adanya peningkatan kasus DBD selama Bulan Januari 2022 dibandingkan BUlan yang sama pada tahun 2021 lalu. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Rohmat Hidayat mengatakan, selama Bulan Januari 2022 tercatat ada 47 kasus demam berdarah, meningkat dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 23 kasus DBD. Meski demikian tidak semua kasus merupakan DBD, namun masih sebagai kasus demam dengue dan tidak ada korban jiwa. “ Ada yang hanya sekedar demam dengue. Ini dilihat nilai labnya ada penurunan trombosit tapi masih diatas 100.000, ini kita sebut demam dengue. Kalau demam berdarah dengue itu ada penurunan trombosit hingga dibawah 100.000, kadar hemoglobinnya meningkat 20 persen termasuk hematokritnya meningkat 20 persen itu jelas demam berdarah dengue atau dhf. Jadi sebagian kasus yang kita tangani demam dengue,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya.
Rohmat Hidayat menambahkan, dibutuhkan pemahaman warga untuk turut serta dalam pemberantasan sarang nyamuk dan memutus mata rantai perkembangbiakan telur nyamuk. Membersihkan lingkungan dari barang barang yang berpotensi menjadi genangan air saat musim hujan sangat penting, mengingat telur nyamuk aedes aegepty mampu bertahan hingga 6 bulan di tempat kering menunggu hujan turun. “ Sekali bertelur nyamuk itu mampu menghasilkan 600 telur dan telur ini mampu bertahan di tempat yang kering selama 6 bulan. Setelah turun hujan dan terjadi genangan di tempat tersebut, telur akan menetas. Kalau tempat berkembang telur ini tidak diberantas maka akan berkembang nyamuk baru,” imbuhnya.
Darah manusia untuk berkembang biak telur.
Rohmat Hidayat juga mengingatkan pentingnya pemahaman masyarakat terkait siklus hidup nyamuk aedes aegepty dimana untuk bisa bertelur dia membutuhkan darah manusia. Darah manusia yang memiliki kolesterol tinggi akan meningkatkan kualitas telur dari nyamuk aedes aegepty. Melalui gigitan pada orang, nyamuk akan menyebarkan virus demam berdarah dengue yang didapat dari darah orang yang terserang DBD. (Lanjut pada kolom komentar)




