Ari Wibowo, 32 Tahun Produksi Bolu, Laku Sampai Luar Kota – Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Magetan

0
38

Ari Wibowo, 32 Tahun Produksi Bolu, Laku Sampai Luar Kota

Ari Wibowo (36) penduduk Desa Sidomukti, Plaosan, Magetan memilih jalan hidup untuk meneruskan upaya orang uzur memproduksi kue bolu. Terhitung sejak didirikan oleh orangtuanya di tahun 1980, usia upaya itu mencapai 32 tahun. Bahkan, menjadi pelopor produsen bolu di Magetan yang bahkan kini jadi salah satu ikon masakan di Bumi Mageti.

Di awal-awal Ari mengambil alih meneruskan upaya tersebut, tepatnya sebelum tahun 2005, bolu hanya dipasarkan di kawasan Pasar Plaosan. Peminatnya cukup banyak. Apalagi, selain penduduk kawasan Magetan, rupanya bolu juga menarik perhatian wisatawan yang mampir ke Pasar Plaosan.

Dari situ, usahanya semakin berkembang dan dikenal hingga luar daerah. Kue berbahan baku telur, terigu, dan gula itu mempunyai rasa gurih manis yang khas dan cocok di lidah masyarakat. Reseller dari luar daerah tertarik untuk memasarkan kue bolu, hingga Ari pun mulai mendapatkan pesanan dari kawasan luar Magetan. Utamanya di daerah Karesidenan Madiun.

“Sejak tahun 2005, kami sudah mulai kirim ke beberapa daerah lain di luar Magetan. Sampai kini, penjualan sudah sampai Yogyakarta, Sleman, Wonogiri, Surabaya. Dan tentunya di kawasan Karesidenan Madiun,” kata Ari, Selasa (9/5/2023)

Sampai kini, sudah ada 20 orang karyawan yang merupakan penduduk setempat. Sebelum pandemi Covid-19, produksi per harinya mencapai 3.000 bungkus. Per bungkus berisi 10 buah kue bolu dipatok harga Rp5.000. Pun, tergantung pesanan, karena ada varian seharga Rp10.000 dengan jumlah 15 buah kue per bungkusnya.

“Semenjak adanya Covid-19, produksi menurun sedikit demi sedikit. Kini kira-kira hanya bikin 1.000 bungkus saja. tetapi, meski begitu kami tidak mengurangi karyawan,” katanya.

Sejauh ini, dia tetap berusaha eksis ditengah gempuran pesaing lain. Meski untuk di desa Sidomukti hanya ada dua produsen bolu, tetapi ada banyak produsen lain di kawasan Magetan.

“Ya kini sudah banyak pesaing. Kami tetap pertahankan kualitas meski tetap ada penyesuaian dengan beberapa harga bahan baku yang mulai naik,” pungkasnya.(Diskominfo / kontrib.fat / fa2 / IKP1)

Sumber berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here