Aksi Cegah Stunting, Sekjen Kemenkes Tinjau Jabung Panekan – Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Magetan

0
20

Untuk mengatasi stunting, beberapa program dicanangkan oleh Pemerintah Pusat dan organisasi peduli kesehatan yang ada di Indonesia. Salah satunya, Program Aksi Cegah Stunting (ACS) yang diprakarsai oleh Habibie institute. Program ACS merupakan salah satu intervensi gizi spesifik dengan deteksi dini balita bermasalah gizi melalui poros Posyandu, Puskesmas dan RSUD.

Desa Jabung, Kecamatan Panekan mendapatkan tinjauan dari Sekjen Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, S.E.,M.A.,Ph.D. pada Sabtu (13/11). Kunta melakukan peninjauan langsung kegiatan posyandu yang dilakukan di balai Desa Jabung. Total ada 28 balita yang mengikuti timbang berat dan ukur tinggi.

Setelah itu, Kunta melanjutkan peninjauan ke salah satu rumah warga di Jabung ditemani oleh Bupati Magetan, Suprawoto. Sekjen Kemenkes mengapresiasi Pemda Magetan karena sudah berusaha menangani stunting baik melalui intervensi gizi spesifik (kesehatan) maupun intervensi gizi sensitif (non kesehatan) dengan perbaikan sanitasi rumah.

Kunta dan Suprawoto beralih meninjau fasilitas dan pelayanan Puskesmas Panekan. Untuk mendukung penurunan stunting, Puskesmas Panekan telah menyiapkan ruang konsultasi gizi, poli KIA, Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan ruang laktasi.

“Sudah baik, namun memang masih banyak hambatan dalam kegiatan intervensi gizi spesifik. Nanti akan dilakukan koordinasi dengan direktur Poltekkes Malang, agar mahasiswa PKL diturunkan pada bulan Februari dan Agustus untuk membantu entry data e ppgbm”, terang Kunta setelah berbincang dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Panekan.

Bupati Magetan Suprawoto, menyambut baik atas gagasan dari Sekjen Kemenkes. “Terima kasih atas tinjauan dari Bapak _. Ini menjadi semangat kami untuk lebih meningkatkan penanganan stunting yang ada di Magetan. Anak-anak ini adalah masa depan Magetan, maka menjadi tanggungjawab kita semua untuk merawat golden period mereka.”, pungkas Kang Woto.

Stunting sendiri menjadi salah satu fokus utama permasalahan gizi kronik. Terutama pada perkembangan anak. Situasi Balita Pendek atau sering disebut Stunting, merupakan kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur.  Stunting sendiri dapat terjadi karena beberapa faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Balita stunting akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal.

(Diskominfo / pub. & dok. fik / fa2)

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here