Magetan – Jumat (8/7/2026). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kunjungan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan serta Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Magetan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program kerja kolaboratif kedua perguruan tinggi di bidang pengelolaan lingkungan. Program kolaboratif tersebut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UTM Dr. Haryo Triajie, S.Pi., M.Si. serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UGM Purwanta, S.Kp., M.Kes.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berdiskusi secara langsung dengan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 (PSLB3) sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Kabupaten Magetan, Eny Purwanti, S.T., M.Si. Diskusi membahas rencana pelaksanaan program kerja kolaboratif UTM dan UGM, mulai dari konsep kegiatan, teknis pelaksanaan di lapangan, hingga strategi agar program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pada sesi diskusi, perwakilan mahasiswa dari UTM yang memaparkan program kerja terdiri atas Nimas, Farah, Abror, dan Adinda Sekar, sedangkan dari UGM diwakili oleh Dea, Terrel, dan Ratna. Pihak DLHP juga memberikan berbagai masukan dan arahan agar program yang disusun selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Magetan.
Setelah sesi diskusi, mahasiswa melanjutkan kegiatan edukasi di Bank Sampah Induk Kabupaten Magetan. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya, baik sampah organik maupun anorganik, sebagai langkah awal dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan mekanisme pengelolaan bank sampah yang mampu meningkatkan nilai guna limbah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Tidak hanya mempelajari pengelolaan sampah, mahasiswa juga mendapatkan materi mengenai pengolahan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat, seperti kompos dan pupuk organik cair (POC). Narasumber menjelaskan tahapan pengolahan bahan organik, proses fermentasi, hingga pentingnya menghasilkan pupuk organik yang berkualitas sebagai alternatif ramah lingkungan untuk mendukung produktivitas pertanian.
Kegiatan edukasi turut memperkenalkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu inovasi dalam pengelolaan limbah organik. Maggot berperan dalam mempercepat proses penguraian sampah organik sehingga mampu mengurangi volume limbah, sementara residu hasil budidayanya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Di sisi lain, maggot yang telah dipanen memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan maupun ternak dengan kandungan protein yang tinggi.
Salah satu mahasiswi KKN-K UTM, Adinda Sekar Perwitasari Rosok, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak wawasan baru sebagai bekal dalam pelaksanaan program kerja di lokasi KKN. “Kunjungan ini menjadi bekal berharga bagi kami dalam menyusun dan melaksanakan program kerja yang berdampak bagi masyarakat melalui kolaborasi bersama UGM dan dukungan Pemerintah Kabupaten Magetan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Desa KKN Kolaboratif UTM, Abror, berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Kabupaten Magetan dapat terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program kerja yang akan dijalankan. Menurutnya, hasil konsultasi mengenai formulasi campuran bahan dalam pembuatan pupuk padat organik menjadi referensi penting agar produk yang dihasilkan sesuai dengan prinsip ramah lingkungan. Ia juga berharap teknik pengelolaan sampah yang diterapkan di Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Magetan dapat menjadi acuan bagi Tempat Pengolahan Sampah (TPS) di Desa Buluharjo maupun desa lainnya dalam mengembangkan pengelolaan limbah secara mandiri, berkelanjutan, dan bernilai ekonomis.
Melalui kegiatan ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Kabupaten Magetan berharap mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelaksanaan KKN sekaligus menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah, pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik, serta budidaya maggot sebagai bagian dari konsep ekonomi sirkular. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Magetan, UTM, dan UGM diharapkan dapat menghasilkan program kolaboratif yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan






