Wah, ada kabar penting nih dari Kabupaten Magetan!
Jadi, Pemerintah Kabupaten Magetan baru-baru ini ketemu perwakilan peternak ayam petelur buat ngobrolin soal harga telur yang lagi anjlok parah. Pertemuan penting ini diadain di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha, hari Senin tanggal 11 Mei 2026 kemarin.
Acara audiensi ini dihadiri langsung sama Bupati Magetan, Sekretaris Daerah, Kapolres Magetan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, bahkan Ketua Asosiasi Pusat Petelur Nasional (PPN) juga ikutan. Ini bukti lho, kalau Pemkab Magetan itu serius dengerin keluhan warganya, terutama para peternak ayam petelur skala kecil.
Di kesempatan itu, para peternak curhat soal masalah-masalah yang lagi mereka hadapi. Salah satunya, harga telur di tingkat peternak itu jauh banget di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Bayangin aja, dari HAP yang seharusnya Rp26.500 per kilogram, harga jual telur di peternak cuma sekitar Rp19.000 sampai Rp21.000 per kilogram. Sementara itu, harga pakan ayamnya masih tinggi! Kan bikin pusing, ya?
Nah, Pemkab Magetan langsung bilang makasih banyak atas masukan dan keluhan dari peternak. Mereka berharap lewat pertemuan ini, komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah sama peternak bisa makin lancar. Tujuannya jelas, biar bareng-bareng bisa nyari solusi supaya usaha peternak rakyat bisa terus jalan dan sektor peternakan di Magetan tetap stabil.
Bupati Magetan, Hj. Nanik Sumantri, M.Pd, juga ngasih tahu kalau tujuan diskusi ini adalah buat nyari jalan keluar dari masalah yang ada.
“Kita musyawarah bersama untuk memecahkan persoalan ini agar peternak rakyat tetap bisa bertahan,” ujar Bupati Magetan.
Terus, Bupati Magetan juga ngasih arahan beberapa poin penting, yaitu:
- Ngajak ASN di Pemkab Magetan buat beli telur dari peternak lokal. Ini bentuk dukungan nyata buat mereka.
- Soal SPPKP (Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak), minta dikoordinasiin dan difasilitasi sama Disnakan sesuai aturan yang ada.
- Kebutuhan telur buat program SPPG (mungkin ini program pangan atau sejenisnya) bisa dipasok dari asosiasi atau koperasi peternak ayam petelur di Magetan.
- Harga telur buat SPPG disepakati harus sesuai sama Harga Acuan Penjualan (HAP).
- Branding “Telur Magetan Lebih Anteb” bakal dikoordinasiin sama Disperindag dan Disnakkan buat makin ngedorong pemasaran produk lokal.
- Pemkab Magetan bakal kerja sama sama DPMD buat ngedata jumlah peternak sama populasi ayam petelur di tiap desa. Ini penting buat update data desa di program Disnakkan.
- Program SPPG disepakati bakal masukin menu telur tiga kali seminggu, dengan olahan yang bervariasi. Asyik, kan?
- Kalau ada hal-hal yang jadi urusan pemerintah pusat, bakal terus dikoordinasiin secara vertikal sama kementerian terkait.
Nggak cuma itu, Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M., juga bilang dia berkomitmen sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) buat ngawal penyerapan telur dari peternak lokal, demi suksesnya program pemerintah ini. Kapolres nyatakan dukungannya ke kebijakan pemda buat ningkatin kesejahteraan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan.
Pokoknya, pemerintah daerah juga bakal koordinasi lagi sama pihak-pihak terkait buat nindaklanjuti semua masukan yang udah disampaikan dalam pertemuan penting ini. Jangan khawatir, peternak Magetan!



