Saturday, April 25, 2026
Home Sosial Media Update Cerita Pengrajin Emping Melinjo di Desa Purwosari Mulai Kebanjiran Oreder Jelang…

Cerita Pengrajin Emping Melinjo di Desa Purwosari Mulai Kebanjiran Oreder Jelang…

0
81

Cerita Pengrajin Emping Melinjo di Desa Purwosari Mulai Kebanjiran Oreder Jelang Ramadhan.
Sejumlah pengrajin emping melinjo di Desa Purwosari Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan mulai kebanjiran pesanan emping melinjo jelang Bulan Ramadhan. Mbah Warsiyem (65) yang membikin emping melinjo dirumahnya mengaku sejumlah pembeli mendatangi langsung rumahnya untuk memesan emping melinjo. “ Biasanya kita nitip di pengepul disini, tetapi ketika ini pembeli datang sendiri ke rumah. Ada yang mau dijual lagi ada juga yang untuk persiapan ramadhan dan lebaran,” ujarnya ditemui dirumahnya.
Ditemani suaminya Sujono yang bertugas mengupas buah melinjo dengan langkah digoreng dengan menggunakan pasir, Mbah Warsiyem mengaku dapat menghasilkan emping melinjo sebanyak 5 kilogram sehari. Dia mengaku mulai bekerja dari pagi pukul 07:30 WIB hingga pukul 16:00 WIB. Satu kilo emping melinjo buatannya ketika ini laku dipasaran dengan harga Rp 65.000 perkilogram. “ Kemampuan kami hanya 5 kilogram sehari, kami sudah mulai menua. Hari ini sekilo dibeli pedagang Rp 65.000, biasanya menjelang lebaran dapat mencapai Rp 80.000,” imbuhnya.
Untuk emping melinjo super menurut Mbah Warsiyem dapat mencapai harga Rp 70.000 lebih perkilogram. Meski harga emping melinjo super lebih tinggi, tetapi dia mengaku lebih memilih membikin emping melinjo yang normal saja karena untuk dapat menghasilkan emping melinjo super dibutuhkan ketelatenan. “ Melinjo harus matengnya pas, butuh melinjo super untuk bahan pembuatan, ndak boleh belang hasil tumbukannya karena proses menggoreng melinjo yang kurang matang. Dulu pernah ikut pelatihan di Malang, tapi karena untuk mendapat melinjo super susah, ya kita bikin yang normal saja. Kalau bikin emping melinjo super sehari hanya dapat 2 kilo,” katanya.
Sayangnya ditengah tingginya permintaan emping melinjo, pengrajin emping melinjo di Desa Baron kesulitan bahan baku. Buah melinjo ketika ini sedang langka karena musim melinjo berbuah telah lewat. Minimnya modal juga membikin pengrajin emping melinjo seperti Warsiyem tak dapat membeli lebih banyak buah melinjo untuk persediaan Bulan Ramadhan. “ Modalnya cupet, jadi ya tidak dapat beli banyak.(lanjut pada kolom komentar)

Sumber berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here