Monday, July 27, 2026
Home Sosial Media Update Rakor Inflasi, Mendagri Tekankan Pejabat dan ASN Tidak Bergaya Hidup Mewah legal…

Rakor Inflasi, Mendagri Tekankan Pejabat dan ASN Tidak Bergaya Hidup Mewah legal…

0
50

Rakor Inflasi, Mendagri Tekankan Pejabat dan ASN Tidak Bergaya Hidup Mewah

Sahabat Prokopim,
Kementerian Dalam Negeri kembali menggelar rapat koordinasi pengendalian inflasi secara virtual.
Mengawali arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan arahan Presiden, mengenai kebijakan pemerintah terkait peniadaan penyelenggaraan buka puasa berbarengan pada bulan suci Ramadan 1444 H.

” Pejabat dan Staf ASN tidak diperkenankan untuk menyelenggarakan kegiatan buka puasa berbarengan pada bulan Ramadan ini. Guna menerapkan prinsip kehati-hatian penanganan Covid-19 yang tetap dalam masa transisi dari pandemi menuju endemi, serta untuk menerapkan pola hidup sederhana bagi ASN, dan berempati dengan sesama,” terangnya.
.
Mendagri juga menekankan untuk memperbanyak kegiatan pemberian bansos pada masyarakat tidak bisa pada bulan Ramadan.
.
Sementara pengendalian inflasi menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, pemerintah daerah dihimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya perubahan permintaan dan fluktuasi harga yang bersifat musiman, terutama dikarenakan perubahan cuaca, memasuki musim panen dan pada bulan suci Ramadan. Dari 5 komoditas dengan andil tertinggi, cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras merupakan komoditas yang mengalami fluktuasi harga cukup signifikan.
.
Sekretaris primer Bapanas Sarwo Edhy mengungkapkan, yang menjadi kunci pengendalian inflasi adalah optimalisasi penyerapan CBP Perum BULOG dan penguatan cadangan pangan pemerintah melalui BUMN pangan.
.
Untuk ketersediaan minyak goreng stok tercukupi. Yang perlu diwaspadai adalah realisasi produsen kelapa sawit yang harus disisihkan produksinya untuk kepentingan dalam negeri. Serta dalam pendistribusian minyak harus dilakukan pengawasan, diungkapkan oleh Plt. Dirjen PDN Kemendag Syailendra.
.
Tito menekankan kembali, perlunya intervensi dan kerjasama dari pemerintah untuk mengendalikan harga bahan pangan yang mengalami kenaikan, seperti jagung, minyak, beras, cabai, daging ayam ras, dapat ditangani dengan bagus.
.

Sumber berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here