Sunday, April 26, 2026
Home Sosial Media Update BUPATI MAGETAN RAIH MUSEUM REKOR DUNIA INDONESIA (MURI) Catatan rekor MURI meng…

BUPATI MAGETAN RAIH MUSEUM REKOR DUNIA INDONESIA (MURI) Catatan rekor MURI meng…

0
283

BUPATI MAGETAN RAIH MUSEUM REKOR DUNIA INDONESIA (MURI)

Catatan rekor MURI menggambarkan berbagai potensi diri, budaya Nusantara sekaligus pernak-pernik keindahan alamnya. Disitu terdapat kemauan kerja keras para putra dan putri bangsa dalam menorehkan karyanya, mengeksplor alam, budaya Indonesia hingga mencapai sebuah maha karya dan penghargaan sesuai dengan bidang yang mereka tekuni.

Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto, S.H., M.Si atas dedikasi, prestasi serta hoby dalam menulis telah mendapat pengakuan sekaligus menerima anugerah masuk dalam Catatan Rekor MURI sebagai ” Bupati yang menulis di media massa dalam dua bahasa (bahasa Indonesia dan bahasa Jawa) secara berkesinambungan terlama”.
Adapun tulisan yang dimaksud adalah Bupati Menulis yang terbit satu Minggu sekali di Radar Madiun Jawa Pos dan tulisan Bupati Suprawoto di Majalah bahasa Jawa Panjebar Semangat dalam rubrik Kembang Setaman. Khusus prestasi Suprawoto dalam nguri-uri bahasa Jawa yang dibuktikan dengan menulis dalam bahasa Jawa yang di cetak di media massa terlama dan berkesinambungan, Jaya Suprana menganugerahkan jika Bupati Suprawoto tercatat bukan hanya rekor Nasional akan tetapi Rekor Dunia.

Bagaimanapun juga prestasi diri sangat penting untuk meraih tujuan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan prestasi atau keunggulan yang ada pada Bupati Magetan akan menjadi modal yang kuat untuk menjadikan Magetan makin cepat dalam mengejar ketertinggalan sekaligus mumbuhkan kepercayaan karena kualitas diri yang diukir dalam sebuah prestasi.

Suprawoto dalam kesempatan yang bersejarah ini menuturkan jika narasi itu sangat perlu, tidak hanya sekedar gambar tetapi sebuah narasi sehingga perjalanan hidup Suprawoto ketika sudah tiada bisa tercatat sehingga semangatnya, nuansa kebatinannya bisa dibaca anak cucu serta generasi penerus lainnya.
” Kenapa saya menulis di Majalah bahasa Jawa, karena saya ditakdirkan oleh Tuhan menjadi orang Jawa kewajiban saya harus nguri-uri kebudayaan Jawa yang salah satunya menulis, karena saat ini sudah banyak orang yang melupakan dan tidak mau menulis “. Kata Suprawoto.
(Berita lanjutan dikolom komentar)
@muri_org

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here