Minggu Pagi Penuh Berkah di Magetan!
Bayangkan! Minggu (7/6/26) pagi di Pawon Gandek Kawedanan, Magetan. Udara penuh energi, seolah bergetar oleh lantunan sholawat yang syahdu tapi penuh semangat. Ini bukan sekadar hari biasa, tapi momen bersejarah: Lomba Rebana “Bersholawat Untuk Indonesia Damai” dan Pengajian Tahun Baru Islam 1448 H yang sukses menyatukan 25 grup rebana terbaik se-Kabupaten Magetan!
Majelis Sholawat Kabupaten Magetan kembali membuktikan diri sebagai penggerak sejati! Acara tahunan ini dipadati lautan manusia: mulai dari tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah daerah, semua peserta dengan pendukung fanatiknya, hingga warga Magetan yang tumpah ruah memenuhi lokasi. Keramaian yang bikin hati adem!
Pesan Damai dari Petinggi Daerah dan Tokoh Nasional!
Bapak Mahesa Kurniawan Fadli, Camat Kawedanan, yang mewakili Bupati Magetan, menegaskan bahwa ini lebih dari sekadar kompetisi! Beliau menyampaikan, “Acara ini bertujuan mempererat silaturahmi dan menjadi sarana syiar. Kepada dewan juri agar menjaga integritas dan independensi dalam menilai penampilan peserta yang kali ini berasal dari berbagai wilayah di Magetan. Diharapkan kegiatan ini menjadi amal kebaikan bagi kita semua.โ Intinya? Persaudaraan dan syiar Islam di atas segalanya!
Senada dengan Bapak Camat, Hj. Mitroatun, Ketua Himpunan Seni Budaya Islam Indonesia (HSBII) Jawa Timur, turut mengingatkan kita semua akan makna mendalam di balik tabuhan rebana ini. “Ini bukan sekadar lomba, tetapi bagaimana syiar agama lewat seni rebana bisa berkibar. Saya berharap para peserta tidak hanya berfokus pada lombanya, tetapi meniatkan kehadiran di sini untuk senantiasa bersholawat demi mendapatkan syafaat dari Rasulullah Muhammad SAW,โ ujarnya dengan penuh hikmah. Sebuah pengingat yang menyentuh hati!
Semangat “Guyup Rukun” Merajut Kedamaian!
Tak kalah penting, Bapak Wasis Eko S., Ketua Panitia Pelaksana, mengungkapkan visi besar di balik acara ini: memupuk ‘guyup rukun’ di Magetan! Beliau mengatakan, “Harapan utama kami adalah terciptanya semangat kerukunan untuk menjaga kedamaian, baik di wilayah Magetan maupun Indonesia secara luas. Kami juga berharap grup-grup rebana di Magetan dapat terus berkembang, maju, dan bersinergi dengan pemerintah serta seluruh lapisan masyarakat.โ Keren banget kan? Membangun Magetan damai dari alunan sholawat! ๐ฎ๐ฉ
Bekal Kebahagiaan Dunia dan Akhirat!
Puncak acara yang ditunggu-tunggu tiba: tausiyah inspiratif dari anggota DPR RI, Bapak H. Ali Mufti! Beliau mengajak kita semua untuk terus meningkatkan ketakwaan dan rasa takut kepada Allah SWT. Sebuah bekal paling berharga untuk meraih kebahagiaan hakiki, dunia dan akhirat. Ceramah yang membuka mata hati!
Magetan Membuktikan: Seni Rebana Perekat Bangsa!
Jadi, apa pelajaran dari semua ini? Acara di Magetan ini bukan cuma tentang lomba, tapi tentang bagaimana seni rebana menjadi jantung pelestarian budaya Islam di negeri kita. Alunan harmonisnya bukan cuma tradisi, tapi alat ampuh merawat kerukunan umat. Bayangkan, di tengah perbedaan, kita bersatu melantunkan sholawat! Ini adalah simbol nyata bahwa budaya Islam adalah penyejuk yang mengokohkan fondasi kedamaian Indonesia. Menjaga identitas spiritual bangsa yang santun dan menjunjung tinggi persaudaraan.
Bangga jadi bagian dari Magetan, bangga jadi Indonesia! Nusantara Jaya!
(Laporan dari lapangan, Diskominfo / fa2)






