Tuesday, April 28, 2026
Home Berita Magetan Memasuki Musim Kemarau, Perhutani Ingatkan Warga Untuk Tidak Beraktifitas Menggunakan Api di...

Memasuki Musim Kemarau, Perhutani Ingatkan Warga Untuk Tidak Beraktifitas Menggunakan Api di Gunung Lawu

0
2

 

‎Memasuki musim kemarau yang di prediksi mulai bulan Mei ini, BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Lawu DS Plaosan , Magetan mengingatkan warga yang beraktifitas di wilayah gunung Lawu, untuk tidak bersinggungan dengan api. Peringatan ini dimaksud untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan. Dimana disejumlah wilayah gunung Lawu sering terjadi kebakaran saat musim kemarau.

‎Asper ( Asisten Perhutani) BKPH Lawu DS, Mulyadi mengungkapkan, memasuki musim kemarau ini pihaknya telah melakukan upaya guna mencegah terjadinya kebakaran. Seperti, melakukan mitigasi pencegahan kebakaran. Membuat ilaran, sebagai langkah pemutus pergerakan api.  Lalu membentuk Satgas Pencegahan, yang terdiri dari pihak Perhutani sendiri, LMDH dan relawan.

‎” Kami telah mengambil langkah langkah seperti melakukan mitigasi, membuat ilaran dan membentuk satgas pencegahan. Tujuannya, sebagai upaya awal dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran diwilayah gunung Lawu,” terang Mulyadi.

‎Mengenai penyebab kebakaran itu sendiri, Mulyadi menyebut diantaranya adalah aktivitas warga yang mencari madu dengan api atau asap untuk mengusir tawon. Lalu juga mengasap lubang persembunyian landak. Serta saat membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar semak semaknya.

‎” Nah, aktivitas seperti itulah yang bisa menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Karena setelah membakar ditinggal begitu saja tanpa memastikan api sudah benar benar padam,” jelasnya.

‎Sementara untuk jalur pendakian lewat Cemoro Sewu, dirasa relatif aman. Karena sebelum pendakian, para pendaki sudah diberikan arahan agar tidak menyalakan api unggun. Kalau pun menyalakan, pendaki harus memastikan api sudah benar benar padam.

‎” Meski relatif aman, bukan berarti kita longgar. Tetap kita tegaskan larangan beraktifitas dengan menggunakan api. Kalau seperti api unggun, harus benar benar dipastikan padam sebelum geser atau turun,” tandas Mulyadi.

Untuk itu,lanjut Mulyadi, pihaknya terus menghimbau masyarakat yang beraktifitas di gunung Lawu, baik petani maupun pendaki, untuk sangat hati hati ketika terpaksa harus menyalakan api. Semua harus peduli atas kelestarian hutan di lereng gunung Lawu. Dengan mencegah terjadinya kebakaran.(Diskominfo / kontrib.rif / fa2 /

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here