Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Magetan terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kerakyatan. Pelatihan Manajemen Produktivitas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hari ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan, Rudi Harsono, S.Sos. Senin,(27/4/26).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam membekali wirausahawan lokal dengan teknik pengelolaan usaha yang lebih sistematis guna menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.
Pelatihan kali ini diikuti oleh 20 peserta yang merepresentasikan keberagaman potensi ekonomi di Magetan. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang bidang usaha, mulai dari pengrajin produk kulit, produsen lempeng, industri es krim, hingga pelaku usaha kue basah. Keberagaman ini diharapkan dapat memicu diskusi yang kaya akan perspektif dalam penerapan manajemen di tiap-tiap unit bisnis.
Disnaker Magetan menghadirkan narasumber ahli, Arif Helmy Mubarok, Instruktur Produktivitas dari Balai Latihan Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja (BLP2TK) Provinsi Jawa Timur. Kehadiran instruktur dari tingkat provinsi ini diharapkan mampu memberikan standar manajemen yang telah sukses diterapkan di berbagai wilayah lain untuk diadaptasi oleh pelaku usaha di Magetan.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Magetan, Henry Kristiyono, S.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki target capaian yang jelas bagi keberlangsungan bisnis peserta.
“Tujuan utama dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman konsep sekaligus penetapan manajemen produktivitas bagi para peserta yang merupakan pelaku usaha mikro dan kecil di wilayah Kabupaten Magetan,” ujar Henry .
Ia juga menekankan bahwa output yang diharapkan adalah adanya aksi nyata setelah pelatihan berakhir.
“Kami mendorong penuh para pelaku usaha untuk segera menetapkan program manajemen produktivitas di lingkungan unit usahanya masing-masing. Dengan begitu, efisiensi kerja akan meningkat dan usaha mereka memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang lebih besar,” tambahnya.
Antusiasme terlihat jelas dari 20 peserta yang hadir, salah satunya adalah Lely, seorang pengusaha kue asal Kecamatan Barat. Menurutnya, pelatihan ini memberikan sudut pandang baru dalam mengelola bisnis kuliner yang ia jalani.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami pelaku usaha kecil. Saya jadi lebih paham bagaimana mengatur alur produksi kue agar lebih efektif dan tidak banyak bahan yang terbuang. Selain itu, kami diajarkan cara menghitung produktivitas dengan benar, sehingga kami tahu di bagian mana yang perlu diperbaiki agar usaha bisa lebih maju,” ungkap Lely.
Dengan pelatihan ini , diharapkan sinergi antara kebijakan pemerintah dan semangat pelaku usaha dapat tercipta dengan baik. Fokus utama pelatihan mencakup cara membedah inefisiensi produksi serta pengoptimalan sumber daya yang ada.
Melalui pendekatan manajemen produktivitas yang tepat, UMKM di Magetan diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas. Manajemen usaha yang sehat pada tingkat mikro diyakini akan memperkuat struktur ekonomi daerah dan memperluas peluang penyerapan tenaga kerja lokal secara lebih stabil di wilayah Magetan. (Diskominfo / kontrib.tik / fa2 /



