Oke, siap! Ini dia artikelnya dalam bahasa yang lebih santai, tanpa mengubah makna dan kutipan aslinya:
Nolong Korban Bencana, Gak Cuma Butuh Gerak Cepat, Tapi Juga Skill yang Mumpuni!
Menolong korban bencana itu gak cuma butuh hati yang peduli sama gerak cepet para penolong aja, lho. Tapi, yang gak kalah penting, tim penolong harus punya skill yang mumpuni. Tiap orang dituntut jago secara individu, tapi juga kompak saat kerja tim, apalagi kalau lagi nolong atau nangani bencana. Contohnya nih, pas bencana banjir atau kecelakaan air.
Nah, Kabupaten Magetan sendiri punya potensi bahaya air lho. Kayak di kawasan wisata Telaga Sarangan, embung-embung di banyak desa, sungai-sungai gede yang melintasi Magetan, sampai daerah rawan banjir kayak di Kecamatan Kartoharjo, dan wilayah lain yang kena dampak bencana hidrometeorologis (bencana yang disebabkan faktor cuaca dan air) lainnya.
Makanya, berdasarkan hal ini, BPBD Magetan langsung gercep ngadain Pelatihan Water Rescue selama 2 hari. Tanggalnya 26 sampai 27 April 2026, lokasinya di embung Pendem, Ngariboyo. Yang ikut? Ada tim BPBD Magetan, relawan penanggulangan bencana, sama Saka Penanggulangan Bencana. Narasumbernya didatangkan langsung dari kantor Basarnas Trenggalek. Materinya juga macem-macem, antara lain Water Rescue itu sendiri, PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat), dan BHD (Bantuan Hidup Dasar).
Pelatihan Water Rescue ini penting banget buat membekali personel atau relawan dengan kemampuan teknis penyelamatan yang cepet, aman, dan efektif kalau pas ada bencana air. Kayak banjir atau kecelakaan di perairan gitu. Tujuannya jelas, biar ngurangin risiko cidera atau kematian, baik buat korban maupun si penolongnya sendiri. Caranya lewat teknik pertolongan yang bener, manajemen risiko, serta cara pakai alat yang pas.
Eka Radityo, Kepala BPBD Magetan, bilang kalau pelatihan ini tuh dimaksudkan buat ningkatin kesiapsiagaan tim BPBD maupun para relawan dalam nangani bencana. Tapi, untuk saat ini fokusnya di materi penyelamatan bencana atau kecelakaan air.
“Ya, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan siagaan bencana. Namun untuk ini kita fokuskan pada materi penyelamatan laka air,” ujarnya.
Eka juga berharap, personel BPBD sama para relawan makin nambah pengetahuan dan kemampuannya dalam nolong korban bencana. Biar bisa meminimalisir risiko cidera atau kematian, baik buat penolong maupun korbannya. Khususnya buat penanganan bencana air.
Di sisi lain, meskipun BPBD udah bilang siap siaga, Eka tetep ngingetin biar masyarakat juga peduli sama upaya pencegahan bencana. Misalnya, jangan buang sampah sembarangan yang bisa bikin air meluap terus jadi banjir, gitu lho, pungkasnya.



