Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat anak-anak sulit dilepaskan dari penggunaan gawai dalam kesehariannya. Karena itu, peran orang tua dan keluarga sangat penting untuk mengarahkan anak agar tidak terjebak pada ketergantungan. Terutama bagi siswa dengan disabilitas, diperlukan pendekatan khusus dan kesabaran dalam proses pendampingannya.
Berkolaborasi dengan Relawan TIK Magetan, Relima Magetan, serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, Kelas komputer hadir bukan hanya sebagai sarana belajar teknologi, tetapi juga sebagai ruang inklusif yang membangun kesetaraan dan kemandirian bagi semua anak. Untuk siswa SD, peserta yang dapat mengikuti program ini adalah siswa kelas 4, 5, dan 6. Keputusan ini diambil berdasarkan pengalaman angkatan pertama, karena siswa kelas 3 ke bawah dinilai belum cukup siap menerima pelajaran komputer dasar. Sementara itu, untuk kelas disabilitas, tidak ada batasan usia maupun jenjang, selama peserta memiliki minat pada komputer dan mampu membaca.

Kehadiran kelas komputer menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas di sekolah dasar, terutama di daerah. Banyak peserta yang awalnya bahkan belum mengenal nama dan fungsi perangkat komputer, serta cara menggunakannya. Ada pula yang belum pernah memegang mouse sama sekali karena di sekolah belum tersedia pelajaran TIK.
Materi yang diajarkan pada kelas komputer untuk siswa SD meliputi pengenalan fungsi keyboard, dasar Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Satu angkatan terdiri dari 8 siswa dan delapan kali pertemuan yang diadakan setiap hari Sabtu pukul 10.00 hingga 12.00. Sedangkan untuk kelas disabilitas, kegiatan dilaksanakan setiap Sabtu pukul 13.00 hingga 15.00, dengan materi utama desain menggunakan Canva. Biasanya, siswa diberikan contoh desain yang sudah jadi untuk kemudian mereka tiru ulang di Canva. Sesekali, mereka juga diarahkan untuk membuat ulang desain cover buku yang tersedia di perpustakaan.
Harapan besar dari adanya kelas komputer bagi siswa SD dan siswa disabilitas adalah agar mereka mampu memanfaatkan komputer untuk hal-hal yang bermanfaat, tidak hanya sekadar bermain game atau menonton video YouTube. Dengan pembelajaran berbasis praktik, siswa diharapkan lebih memahami penggunaan Microsoft Office maupun aplikasi desain, sehingga dapat meningkatkan keterampilan digital mereka secara nyata.





