Thursday, April 30, 2026
Home Artikel Magetan Tim SORAI SMAN 1 Magetan Mewakili Lomba Inovasi Teknologi Litbang Bappeda Magetan...

Tim SORAI SMAN 1 Magetan Mewakili Lomba Inovasi Teknologi Litbang Bappeda Magetan di Tk.Provinsi Jawa Timur 2025

0
244

Inotek Award Jawa Timur merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur. Kompetisi ini bertujuan untuk menggali dan menemukan karya inovasi masyarakat Jatim yang potensial untuk dikembangkan. Melalui kompetisi ini diharapkan semakin banyak inovator dan inovasi yang muncul mewujudkan Jatim Berdasi (Jawa Timur Berdaya dengan Inovasi).

Berbagai daerah mulai mengirimkan inovasi terbaiknya, tak terkecuali Kabupaten Magetan. Salah satu diantara inovasi yang dikirim adalah Aplikasi Sorai (Sobat Remaja Anti Bullying). Sorai merupakan aplikasi rancangan 4 orang murid SMA NEGERI 1 Magetan di tahun 2024 silam. Aplikasi mereka berfokus pada edukasi anti perundungan yang juga menyediakan platform layanan aduan bagi korban perundungan. Memanfaatkan fitur game sebagai media pendekatan dan desain layout yang menarik, aplikasi ini mampu mencuri perhatian.

Tim Sorai yang beranggotakan Marsya Faradita, Ramadhan Adi, Syafa Meidiza, dan Umi Fadhila itu merasa minder dan tidak percaya diri. Bagaimana tidak? Persaingan tingkat Jawa Timur sudah pasti sangat ketat, mereka tidak yakin bisa menembusnya. Terlebih, mereka sudah pernah gagal di ajang Inotek Award tingkat Kabupaten Magetan. Maka saat seleksi berkas administrasi, mereka hanya mempersiapkan yang terbaik, mengikuti semua intruksi dan mengirimkan berkas tepat waktu.

Tepat pada tanggal 30 Mei, sebuah undangan terkirim, undangan persiapan paparan tahap 2 Inotek Jatim 2025 dengan nama mereka tercantum sebagai salah satu pesertanya. Pesan tidak percaya segera memenuhi group chat mereka. Kabar gembira yang tak disangka-sangka datang. Namun, masalah baru muncul, yaitu Tim Sorai tidak yakin bisa mempersiapkan paparan dengan maksimal.

Mereka sudah disibukkan oleh urusan kampus yang berbeda-beda. Untuk sekadar bertemu pun susah, jadwal mereka banyak yang bentrok. Ditambah waktu persiapannya sangat singkat, hanya sekitar 10 hari dari terbitnya pengumuman. Beruntungnya, ada bapak/ibu guru SMAN 1 Magetan serta arahan dari Bappeda Litbang Magetan yang membantu proses persiapan mereka.

Tim Sorai berusaha memanfaatkan 10 hari tersebut dengan maksimal meski harus berkorban waktu, tenaga juga pikiran. Di sela kesibukan masing-masing, mereka masih menyisihkan waktu untuk membuat powerpoint, take video, cetak banner dan flyer hingga mengumpulkan berkas pendukung. Akhirnya, sehari sebelum keberangkatan, mereka berhasil menyelesaikan semua kebutuhan paparan.

Pada hari Rabu, 11 Juni 2025 sekitar pukul 12.30 siang, akhirnya mereka tiba di Gedung Brida Jawa Timur — tempat paparan inovasi dilakukan. Rasa takut, cemas, dan gugup mengiringi setiap langkah mereka saat masuk ke dalam. Pundak mereka berat akan harapan, karena mereka tidak hanya mewakili nama mereka sendiri tetapi juga membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Magetan.

Lagi-lagi mereka merasa tidak percaya diri, kesempatan ini merupakan yang pertama kali, tentu rasa nervous sangat mendominasi. Demi menenangkan diri dan mempersiapkan mental, maka yang mereka lakukan saat tiba di sana adalah menuju masjid terlebih dahulu. Mereka meminta pada sang Maha Kuasa, yang berkehendak atas segalanya, agar diberi kemudahan dan kelancaran saat melaksanakan presentasi nanti.

Orang bilang, doa yang dilangitkan laksana panah yang akan selalu tepat sasaran. Benar saja, presentasi Tim Sorai berjalan sangat lancar. Dewan juri menyambut hangat inovasi yang mereka rancang, bahkan tak segan memuji dan berharap nantinya inovasi tersebut bisa berkembang lebih besar. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri pun bisa dijawab dengan memuaskan. Dalam sekejap, rasa cemas yang tadi mereka rasakan berganti rasa syukur dan lega yang luar biasa. Beban berat di pundak perlahan luruh, digantikan senyum cerah dan rasa optimis. Tim Sorai hanya bisa menunggu dan berharap yang terbaik saat pengumuman tanggal 30 Juni 2025 mendatang.

Terlepas apapun keputusan dewan juri nantinya, mereka sudah sangat bersyukur telah diberi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi mereka. Karena sejujurnya harapan utama mereka adalah aplikasi Sorai bisa dikenal lebih luas sehingga bisa memberi dampak positif bagi masyarakat sesuai dengan tujuan awal mereka yakni ingin berkontribusi dalam mengurangi angka kasus perundungan yang ada (uf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here