Saturday, August 15, 2026
Home Berita Dinas Bung Hatta di Mata Tiga Putrinya – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten...

Bung Hatta di Mata Tiga Putrinya – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan

0
31

DESKRIPSI BUKU

penulis:  Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, Halida Nuriah Hatta

Penerbit : Kompas

Kota : Jakarta

Tahun: 2016

Halaman : 304

Nomor Panggil : 920.7 MEU

letak : Perpustakaan biasa Magetan

Buku ini berisi kenangan dan kisah kehidupan Bung Karno berbarengan ketiga putrinya yang menjadi penulis biografi ini. Ada tiga bagian didalamnya, pertama bapak: Hati nurani dan lentera keluarga yang ditulis Meutia Farida Hatta, berisi 15 tulisan didalamnya. Bagian kedua Ayahku, pelindung dan sinar hatiku ditulis Gemala Rabi-ah Hatta yang memuat 16 tulisan. kemudian dibagian ketiga Mozaik napak tilas berbarengan bapak yang ditulis Halida Nuriah Hatta yang memuat 8 tulisan.

“bapak sudah mengajarkan saya dan adik-adik mengenai pendidikan menjadi orang, pendidikan kasih sayang, pendidikan menuntut ilmu, pendidikan untuk beriman, dan pendidikan menghargai masa. Juga  bahwa pendidikan untuk rela berkorban demi bangsa dan negara hanya dapat dicapai kalau seseorang sudah dapat  “melampaui dirinya”. Artinya, sudah tidak berpikir tentang keperluan duniawi bagi pribadinya sendiri, tetapi sudah selalu menanamkan kebajikan untuk kehidupan dan masa depan bangsanya.”

– Meutia Farida Hatta –

“sebagai umat Islam yang taat kepada Allah SWT, bapak selalu berikhtiar dalam menghadapi berbagai tantangan berat kehidupan yang dialaminya, bagus dari kondisi sosial-politik maupun insan-insan dengan berbagai sikap dan perangai di lingkungan sosialnya. bapak tetap tabah sehingga raut mukanya selalu tersenyum dan suci, seputih hatinya yang tak pernah menyimpan rasa dengki dan dengki. Mungkin itulah kelebihan bapak, ketangguhan, konsistensi antara hati dan pikiran yang sesuai bertautan,menyatu dalam kalbunya yang suci, betapapun kerasnya gelombang hidup yang menerpanya.”

– Gemala Rabi-ah Hatta –

“Bila berjumpa dengan anak-anak sekolah dalam acara berjalan kaki itu, serta merta mereka berlarian menghampiri dan meraih tangan kanan bapak untuk cium tangan. Kalau sudah begitu, bapak cepat menarik tangannya beberapa detik untuk menghindarkan anak mencium tangan, tetapi sedemikian rupa sehingga anak-anak tetap dapat berjabat tangan saja. Di sepanjang perjalanan ke berbagai pelosok di Sumatera Barat, niscaya bapak tidak mau dicium tangannya. Saya sempat bertanya, “bapak kenapa tidak mau dicium tangannya?” bapak hanya bersenyum , tidak menjawab dan pertanyaan itu dibiarkan berlalu. Baru puluhan tahun kemudian, di tahun 1997, hal itu terjawab secara tidak langsung. Ketika itu saya … “

– Halida Nuriah Hatta –

Biografi salah satu tokoh besar pendiri Negara ini salah satu literatur menarik di Perpustakaan biasa Magetan. Ayo berkunjung …

Sumber berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here