Ngenam, Tradisi Turun-temurun yang Menjadi Sumber Penghidupan
SobatKom,
Pernahkah Anda mendengar istilah ngenam? Di Magetan ‘ngenam’ merupakan salah satu serangkaian dalam proses pembuatan anyaman. Selain merupakan tradisi turun temurun yang sudah sejak dulu ada, ngenam juga merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat beberapa Desa di Magetan.
‘Ngenam’, dalam Bahasa Jawa berarti menganyam. Biasanya aktivitas ‘ngenam’ dilakukan secara bersama-sama setelah aktivitas dapur terselesaikan dengan baik.
Tradisi tersebut, selain menjadi simbol kerukunan, juga menjadi salah satu sumber penghasilan. Hasil anyaman yang mereka buat, nantinya akan dijual ke pedagang-pedagang besar. Bahkan, tak jarang tamu dari luar Magetan membeli hasil anyaman ini sebagai buah tangan.
Wujud anyaman yang dihasilkan di antaranya adalah besek, caping, tas, dan lain sebagainya. Selain dijual di pedagang besar, anyaman tersebut juga dijajakkan di rumah pengrajin.
Pengrajin anyaman di Magetan tersebar di beberapa desa di antaranya di Desa Ringinagung, Baleasri, Durenan, Plaosan, dan lain-lain.(Diskominfo/pb.nin/dok.rism/fa2/IKP1)



