Warga Kampung NU Magetan Gantung 7.000 Buah Ketupat Saat Lebaran Ketupat

0
7

Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 7.000 ketupat digantung warga Dusun Joso, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Magetan Jawa Timur. Ketupat yang digantung sepanjang dua kilometer itu menarik banyak pengunjung. Bahkan, pengunjung diperbolehkan mengambil ketupat tersebut untuk dimakan. Warga juga menyediakan sayur lodeh dan pecel untuk teman makan ketupat.

Acara yang disebut Kampung Nahdlatul Ulama Wisata Ketupat. Gelaran wisata ketupat itu sudah dihelat empat kali sejak 2017, dan vakum dua tahun mulai 2020 dan 2021 karena masih pandemi.

Ketua Panitia Kampung NU Wisata Ketupat Mudzakir mengungkapkan kalau dalam acara tersebut pihaknya melibatkan seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Kecamatan Panekan. Terutama warga Dusun Joso sendiri yang menyediakan ketupat.

“Kami melibatkan seluruh elemen NU. Dana juga kami galang dari rekan-rekan NU. Kami melibatkan masyarakat untuk menyediakan ketupat dan juga lauk pauk teman ketupat,” kata Mudzakir pada beritajatim.com, Senin (9/5/2022)

Dia mengungkapkan kalau acara itu sempat vakum selama dua tahun yakni tahun 2020 dan tahun 2021 akibat adanya pandemi Covid-19. Sehingga, baru tahun ini dengan banyak kelonggaran dari pemerintah. “Acara ini tak luput dari dukungan dari dinas terkait. Kami menggelar acara ini untuk memperingati lebaran ketupat sekaligus membangkitkan wisata ketupat di kampung ini,” katanya.

Untuk diketahui, sejumlah umat Islam di Magetan bakal merayakan lebaran ketupat pada Senin (9/5/2022). Biasanya lebaran ketupat dirayakan usai umat Islam melaksanakan puasa Syawal yang umumnya dimulai pada 2 Syawal hingga 7 Syawal. Lebaran ketupat bakal dirayakan pada 8 Syawal.

Namun tidak semua orang tahu, bagaimana awal dilaksanakannya tradisi lebaran ketupat. Tradisi sejak jaman kakek nenek itu terus dilestarikan karena sudah menjadi budaya warga Magetan.

Dilansir dari berbagai sumber, tradisi lebaran ketupat sudah ada sejak zaman penyebaran Islam oleh Wali Songo di tanah Jawa. Salah satunya diajarkan oleh Sunan Kalijaga, saat menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa memperkenalkan dua kali lebaran yakni Idulfitri dan bakda kupat atau lebaran ketupat. (fiq/kun)



Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here