Tinjau Dampak Banjir: Khofifah Minta BBWS, Pemkab Magetan dan Pemprov Segera Aksi

0
111
DAMPAK BENCANA: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Magetan Suprawoto tengah meninjau salah satu jembatan terkena dampak bencana alam.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Hujan deras melanda Kabupaten Magetan, Selasa (16/3/2021) lalu yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam menyebabkan banjir dan longsor. Akibatnya terdapat jembatan penghubung antar daerah memgalami rusak parah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Magetan Suprawoto dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo meninjau sejumlah lokasi bencana. Lokasi yang ditinjau adalah jembatan Kedungdowo penghubung Desa Bogem dan Desa Kentangan, Kecamatan Sukomoro serta Jembatan Ngunut di Kecamatan Kawedanan, penghubung utama Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ponorogo yang mengalami rusak cukup parah.

Masih kata Khofifah, pihaknya menyampaikan perlunya percepatan normalisasi sungai. Namun bukan hanya sekadar normalisasi, pembenahan lingkungan sekitar sungai juga harus segera dilakukan. Mulai bronjong dan plengsengan yang permanen di area kritis perlu diprioritaskan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya sudah mewanti-wanti tentang intensitas hujan tinggi bencana banjir terjadi diberbagai daerah di Indonesia termasuk di jawa Timur.

“Segera diprioritaskan dan lebih
detail upaya pengendaliannya bersama tim BBWS Brantas dan Bengawan Solo. Kami
cari solusi secara integratif dan komprehensif,” ujarnya, kepada wartawan.

Lanjut Khofifah, upaya yang bisa
dilakukan antara lain normalisasi sungai secara lebih masif, mendirikan
tanggul, plengsengan, menata hulu- hilir, memonitor gerakan sampah, revegetasi
dan sebagainya. Putusnya Jembatan Ngunut sangat berdampak pada dinamika
mobilitas perekonomian keseharian warga. Mengingat Jembatan Ngunut, penghubung
antara Kabupaten Ponorogo-Kabupaten Magetan.

“Kami sudah kroscek ketersediaan
bronjong milik Pemkab Magetan, ditambah lagi bronjong bantuan dari Pemprov
Jatim juga. Ketersediaannya cukup, sehingga bisa dimulai sesegera mungkin.
Estimasi perbaikan jembatan secara permanen memakan waktu hingga 4 bulan,”
jelasnya.

Baik dimulai dari pemberian bronjong,
pembentukan plengsengan, hingga pembenahan jembatan permanen yang
terdampak.  “Kalau pemasangan
bronjong bisa dalam 2 hari kedepan dimulai. 
Kalau untuk jembatan permanen, tadi berdiskusi dengan Pak Bupati,
estimasinya kurang lebih 4 bulan bisa selesai,” ujarnya.

Sementara itu, akibat ambrolnya jembatan juga dirasakan pula oleh warga Dusun. Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan. Sisi barat dan timur sungai. Tercatat 15 rumah rusak. Berdasarkan data saat ini ada 13 KK tercatat mengungsi di bagian sisi barat sungai dan 12 orang mengungsi di bagian sisi timur.

Bahkan, saat dilakukan peninjauan, ditemukan jembatan gantung rusak serta satu rumah warga roboh akibat diterjang banjir.

Tak hanya ditinjau oleh Gubernur dan Bupati, sebelumnya bantuan dari Pemprov Jatim telah didistribusikan melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Jatim yang diterima secara simbolis oleh Bupati Magetan, Suprawoto di Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan, Kamis pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyerahkan bantuan secara simbolis berupa 1.000 lembar Glangsing, 40 lembar jumbo bag, 40 lembar Bronjong, 20 lembar terpal, 50 paket sandang wanita, 10 pcs matras, 20 paket family kids, 120 paket siap saji, 60 paket lauk pauk, 102 paket tambahan gizi, 50 Paket kebersihan, 50 kardus Tambahan gizi, 20 kardus Lauk pauk, 20 kardus makanan siap  mie instan, 300 kg beras, dan 1.000 masker kain.

Jurnalis: Agus Basuki.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here