Tanpa Uang dan Koneksi, Bakul Roti Bakar Alumni IAIN Ponorogo Resmi Jadi Carik

0
56
Tri Nurhidayat diambil sumpahnya saat dilantik menjadi sekretaris desa (Carik) Desa Bedagung, Panekan Magetan

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Meski polemik ditengah masyarakat terkait ingin menjadi seorang pejabat tingkat desa salah satunya sekretaris desa (Sekdes) atau biasa disebut Carik harus membayar  uang ratusan jutaan rupiah maupun koneksi selamanya tidak benar.

Apalagi dengan polemik surat keputusan (SK) harus menebus puluhan maupun ratusan juta, hal itu tidak di benarkan. Karena telah dibuktikan oleh Tri Nurhidayat setelah dilantik menjadi sekretaris Desa Bedagung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Anak ketiga dari pasangan Waluyo Bendul (Almarhum) dan
Suwarni mengaku  ini tidak sepeserpun Dia
mengeluarkan uang hingga puluhan juta atau ratusan juta seperti isu yang beredar
ditengah masyarakat.

Hal ini juga diperkuat dengan  pernyataan Barno selaku  kepala desa, Sucondani Plt Camat Panekan dan
Eko Muriyanto Kepala Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Magetan.

Barno menegaskan bahwa usai dilantik menjadi sekretaris dan
pelayan kasi desa tidak akan ada penarikan maupun biaya tambahan lagi. ”Tidak
ada tarikan dari kedua calon yang dilantik sebagai carik maupun pelayan kasi,”
kata Borno. Senin (03/05/2021).

“Kalau seragam carik maupun pelayan kasi itu beli sendiri.
Sedangkan kalau syukuran itu terserah dari keduanya. Dan saya serius tidak ada
tarikan biaya lagi dari pihak kami,” jelasnya usai acara pelantikan.

Senada yang dikatakan, Eko Muriyanto Kepala Dinas PMD
setelah dilantik kedua perangkat tersebut tidak akan dimintai atau ditarik
anggaran lagi. “Tidak ada pungutan apapun dalam proses ini , karena ini
tanggung jawabnya pemerintah desa yang melaksanakan,” kata Eko.

Disebutkan, bahkan sebelum ujian sudah disampaikan kepada
masing-masing calon. “Kita berbeda dengan kabupaten lain,  “Maaf” mungkin dibeberapa kabupaten ada
informasi seperti “itu” tapi kalau di kabupaten Magetan tidak,” tegas Eko.

“Tidak ada biaya lagi meskipun setelah pelantikan,” ucapnya.

Eko menegaskan meski usai pelantikan kedua perangkat desa
tidak ada pungutan anggaran lagi. ”Apalagi sekarang kita sudah mulai terbuka,
dan semua bisa ikut mengawasinya,” tandasnya.

Sementara itu, kedua perangkat desa yang terpilih mengaku
jika tiba-tiba ada permintaan anggaran dari pemerintah desa maupun pemerintah
daerah selama sesuai undang-undang akan mengikuti.

“Jika nanti tiba-tiba ada permintaan selama sesuai peraturan
undang-undangan kami siap untuk mengikuti aturan yang ada,” kata Tri usai
dilantik sebagai Carik.

Tri alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo angkatan
2013 falkutas Hukum mengaku sangat senang dan bangga setelah dilantik menjadi
Carik.

“Ini baru awal perjalanan, semoga kami bisa memberikan
pelayanan prima kepada masyarakat Desa Bedagung. Dan tentunya saya ucapkan
terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung dan mengawal
hingga menjadi carik,”kata Tri lagi.

Usaha membuka roti bakar Malabar yang selama ini ditekuni  sesuai rencana akan membuka cabang lagi.” Alhamdulillah,
rencana buka lagi dan gerobaknya sudah siap, dan nanti akan  dibantu oleh kedua teman saya serta pemuda
desa ,”pungkasnya.

Sementara itu, acara pelantikan sekretaris desa  (Carik) dan kasi pelayanan (Modin) yang
digelar dibalai desa Bedagung, dihadiri  Forkopimca
dan tamu undangan warga desa Bedagung serta rombongan dari Dinas PMD kabupaten
Magetan dan acara dilakukan secara protokol kesehatan.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here