Sepakat, Ruang SMA PGRI Jadi Ruang Kelas PSDKU UNESA

0
82

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Surabaya  (UNESA) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur akan menepati sebagian ruang gedung SMA PGRI Maospati sebagai proses perkuliahan. Sesuai rencana akan diresmikan malam hari pada tanggal 8 Juni 2021.

Tentunya bukan tanpa sebab, ruang gedung SMA PGRI Maospati
menjadi pilihan tempat PSDKU UNESA karena jumlah murid SMA PGRI sedikit dan
banyaknya ruang kosong yang tidak terpakai, yakni dari 20 ruang hanya 3 ruang
yang digunakan untuk proses belajar mengajar.

“Karena banyak ruang yang kosong justru pihak kami ditawari
pihak SMA PGRI untuk menepati ruangannya. Maka dipilih untuk PSDKU UNESA,” kata
Suprawoto.

Lanjut Suprawoto, sebenarnya pihak pemerintah menyiapkan banyak
gedung SD yang kosong karena penggabungan sekolah.

”Karena berbagai pertimbangan seperti yang dijelaskan oleh
Ketua PGRI akhirnya semua sepakat memakai gedung SMA PGRI sebagian untuk PSDKU
UNESA,” terang Suprawoto kepada jurnalis Suara Kumandang. Sabtu, (22/05/2021).

Sementara itu, Ketua PGRI Magetan Sundarto membenarkan jika
pihak PGRI telah menawarkan untuk sebagian ruang kelas yang tidak berfungsi
dijadikan tempat PSDKU UNESA. ”Memang benar kami telah menawarkan sebagian
ruang yang kosong untuk ditempati sebagai kelas perkuliahan UNESA,” kata
Sundarto.

“Cerita awalnya begini mas, jadi ketika saya mendengar bahwa
UNESA tahun 2021 mau membuka kelas, artinya sudah menerima mahasiswa, saya
sebagai Ketua PGRI menyambut gembira, karena keinginan beliau (Suprawoto Bupati
Magetan-red) saya pikir akan mengeliatkan dunia pendidikan di Kabupaten
Magetan,” paparnya.

Masih kata Sundarto, anak-anak di Kabupaten Magetan
sebenarnya banyak yang menginginkan kuliah di perguruan tinggi negeri. Namun,
karena kuliah harus di luar daerah dan mengeluarkan biaya cukup besar maka jadi
pertimbangan. “Jadi kalau perkuliahan itu ada di Magetan maka akan berpotensi
bagi keluarga yang kurang mampu dapat kuliah di perguruan tinggi negeri,”
terangnya.

“Karena kalau menurut saya yang mahal dalam perkuliahan itu
bukan biaya pendidikan, akan tetapi biaya hidup,” ucapnya.

Dalam hal ini secara pribadi maupun lembaga, Sundarto sangat
mengapresiasi dan mendukung hadirnya perguruan tinggi negeri di Kabupaten
Magetan.

Selain banyak ruang SMA PGRI yang kosong, Sundarto
menawarkan karena melihat Pemerintah Kabupaten Magetan masih kesulitan
menyiapkan tempat perkuliahan. ”Kalau perkuliahan tahun ini (2021-red) dimulai,
jangan ditunda lagi karena kondisi pandemi, nanti malah jadi gagal,” kata
Sundarto.

Lanjut Sundarto, ada sekitar 20 ruang kelas. Sedangkan
siswanya berjumlah 40 murid. ”Dari 40 siswa itu yang digunakan hanya 3 ruang
kelas sedangkan sisanya kosong,” jelas Sundarto lagi.

Sundarto mengaku memang belum ada  Memorandum of Understanding (MoU) dari kedua
pihak yakni sekolah PGRI dan Pemerintah Daerah.

“Meskipun kami belum ada MoU tertulis akan tetapi kedua
pihak sudah saling sepakat untuk menggunakan sebagian ruang PGRI untuk PSDKU
UNESA. Kalau masalah MoU nanti ada waktunya, dan itu nanti pasti kami lakukan,”
pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here