Sejarah dan Asal Usul Tari Jalak Lawu Magetan Dari Kisah Seorang Punggawa

0
8
Tari Jalak Lawu

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Tari Jalak Lawu, Selasa, (02/08/2022)  oleh pemerintah kabupaten Magetan, Jawa Timur telah ditetapkan sebagai tarian khas dari kabupaten Magetan.

Meski belum terdaftar di Kekayaan Intelektual (HKI) namun pemerintah kabupaten Magetan sudah mulai  mengenalkan tarian Jalak Lawu kepada  masyarakat terutama anak-anak melalui program kurikulum ekstrakurikuler.

Joko Trihono Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan mengatakan sejarah terciptannya tarian Jalak Lawu terinspirasi oleh tokoh Wongso Manggolo.

Ketika itu Prabu Brawijaya V melakukan perjalanan spiritual ke Gunung Lawu. Sedangkan Wongso Manggolo menjadi salah satu andi setia dari sang Raja menuju puncak Hargo Dalem.

Namun ketika sampai di wilayah Gunung Lawu, Prabu Brawijaya V dan para pengikutnya mendapatkan serangan dari musuh yang bernama Adipati Cepu.

Pada saat diserang Wongso Manggolo berdiri digaris depan melawan musuh sampai titik darah penghabisan dan akhirnya kemenangan dapat diraih Wongso Manggolo.

Karena kesetian dan keberanianya, Wongso Manggolo yang sebelumnya merupakan seorang Punggawa desa kemudian diangkat menjadi Patih dan memiliki Gelar Kyai Jalak Lawu.

Dengan memilikii Gelar Kyai Jalak Lawu, Wongso Manggolo diberikan mandat untuk menjaga Gunung Lawu dan menjadikan penujuk arah bagi seluruh keturunan sang Raja yang kelak akan datang ke Gunung Lawu dengan tujuan baik.

“Sedangkan tarian Jalak Lawu dalam setiap gerakannya terinspirasi dari Wongso Manggolo yang memuat berbagai nilai-nilai seperti religious, berbudi pekerti luhur, patriotsme dan kasih sayang atar manusia,”jelas Joko usai menghadiri penetapan tari Jalak Lawu di gedung kesenian Magetan, Selasa, (02/08/2022) lalu.

Disebutkan, adapun musik pengiring tari jalak Lawu terdiri dari tiga jenis music berpadu menjadi satu kesatuan yaitu musik mataraman yang ada di Magetan, musik ledug yang menjadi idtentitas musik lokal Magetan yang menjadi tercipta sebagai wujud kebersamaan dan dan kerukunan warga Magetan dan musik Tongling dari Wonomulyo Geninglangit Magetan yang mewakili idetitas musik masyarakat pengununggan di Magetan yang terkenal dengan keramah tamahan serta tolenransinya.

Joko juga menjelaskan bahwa proses pengkaryaan Tari Jalak Lawu ini mulai beberapa tahapan. Tahapan pertama pada bulan januari 2022 pihak Disparbud bersama budayawan, seniman dan sesepuh Desa Ngancar mengadakan kegiatan selamatan, pengamatan dan pendakian di Gunung Lawu untuk melihat langsung Burung Jalak Lawu konon dipercaya sebagai penuntun bagi orang untuk melakukan perjalanan untuk menuju puncak Lawu harapan kami agar seniman bisa mengejowantahkan dalam setiap gerakan tari.

“Sedangkan pada bulan Februari 2022 penyusnan synopsis tentang tari Jalak Lawudan pada bulan Maret 2022 mulai penggarapan iringan dan karya Tari jalak Lawu,”jelas Joko.

Lebh lanjut, namun pada bulan Mei 2022 penampilan Tari Jalak Lawu masih dikemas didalam drama tari “Semburat Cahyo Lawu” sebagai masterpiece yang dilaksanakan di Jakarta dalam acara gelas seni budaya daerah dianjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia atau TMII, dan bulan Juli lalu diadakan kajian akademisi,”kata Joko.

Dalam hal ini pemerintah kabupaten Magetan dengan ditetapkan Tari Jalak Lawu khas Magetan sebagai peran warisan sejarah dan budaya lokal berharap dapat mendorong pengembangan pariwisata di kabupaten Magetan.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here