Sarangan: Sebabkan Sampah dan Paving Rusak, Pemancing Diusir

0
15
Sat Polpp Magetan saat menertibkan para pemancing di telaga Sarangan

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Tumpukan sampah dan paving di bibir  telaga Sarangan dikeluhkan sejumlah pelaku wisata. Pasalnya salah satu pemicu sampah dan paving adalah pemancing dan pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Keluhan tersebut disampaikan kepada pihak satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol pp) Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Selasa, (12/10/2021)

Dari laporan tersebut dengan cepat petugas langsung melakukan penertiban pemacing ditelaga Sarangan. “Karena sesuai peraturan Bupati  Magetan, Jawa Timur nomor 23  tentang konservasi sumber daya Ikan di perairan Umum Daratan Telaga Sarangan menjelaskan bahwa di tempat wisata Telaga Sarangan tidak diberkenakan untuk kegiatan memancing,” ujar Ferry Yoga Saputra kepala penengak perundang-undangan daerah Sat Pol PP Kabupaten Magetan.

Parahnya lagi, dari sekian pemancing di Telaga Sarangan membuang sampah sembarangan . “Banyak dari pemancing yang tidak bertanggung jawab dengan meninggallan sampah seperti plastic maupun barang bawannya sehingga menimbulkan sampah di telaga Sarangan berserakan dan sulit dijangkau ,”jelas Ferry.

Tak hanya itu saja, para pemancing bahkan merusak jalan dengan cara mengambil paving yang sudah dipasang di jalan pinggir telaga sarangan. Mereka menggunakan paving untuk tempat pancing maupun tempat duduk.

“Saat penertiban tadi kami lakukan pendekatan dulu secara emosional dan kami suruh pulang, sekaligus tadi kami juga menyampaikan aturan-aturan bahwa di telaga sarangan tidak diperkenakan mancing,” tegas Ferry.

Selain para pemncing di suruh pulang mereka juga diharuskan membersihkan sampah di sekitar lokasi mereka mancing. “Tadi sempat dari sekian pemancing menolak namun kami paksa untuk mengambil dan membuang sampah pada tempatnya,”ungkapnya.

Tak hanya para pemancing, sebagian besar sampah juga diakibatkan ulah pengunjung yang membuang sampah tidak pada tempatnya. “Padahal dari pihak pemerintah sudah menyediakan tempat sampah disetiap titik lokasi dipinggir telaga sarangan, tapi ya belum semua pengunjung tertib akan buang sampah, “jelas Ferry.

Sementara itu, dari sejumlah pelaku wisata juga merasa kesal ulah dari pemancing yang merusak jalan paving dipinggir telaga Sarangan. “Paving itu dijegoli oleh pemancing dan digunakan untuk jagaan atau tiang pancing itukan tidak boleh,”kata Karniati (56) warga Kelurahan Sarangan sekaligus pedagang di kawasan teaga Sarangan.

Cara pemancing untuk mendapatkan paving dengan menjengoli paving di jalan pinggir telaga Sarangan. “Mereka menjengoli paving lalu dibawa turun ke telaga. Jalan yang rusak karena paving diambil dan tidak dikembalikan,”pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here