Podcast Online “Inspirasi untuk Bangsa dengan Tema 76 Tahun Jawa Timur” . Saha…

0
34

Podcast Online “Inspirasi untuk Bangsa dengan Tema 76 Tahun Jawa Timur”
.
Sahabat Humas,
Sebuah kebetulan, HUT Magetan dan Provinsi Jawa Timur jatuh bersamaan. Provinsi Jatim akan berusia 76 tahun, sedangkan Kabupaten Magetan akan berusia 346 tahun pada Oktober mendatang. Kabupaten Magetan, sebagai bagian dari Jawa Timur ikut mengikuti kemajuan di Provinsi Jawa Timur. Bisa dikatakan Jatim sebagai tolok ukur setelah Provinsi DKI, baik ekonomi, politik, sosial, budaya. Semua pimpinan mempunyai keunggulan dan kekurangan masing-masing, tetapi semua punya tujuan yang baik yaitu untuk kemajuan.
.
Banyak kemajuan di Jawa Timur dengan banyaknya akses jalan sebagai salah satu kontribusi yang baik. Sebagai contoh jalan tembus yang menghubungkan Jatim-Jateng, adanya tol juga memudahkan akses. ” Ini akan memudahkan Magetan yang relatif paling rendah tingkat upah buruh, tahun ini sudah menggeliat, investor banyak yang masuk di Magetan sehingga berdampak besar bagi Magetan” terang Bupati Suprawoto.
.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Suprawoto saat bincang-bincang melalui zoom dengan seorang Jurnalis Senior Bp. Bambang Sadono, di acara podcast online Inspirasi untuk Bangsa dengan topic 76 Tahun Jawa Timur, Jumat (03/09/2021).
.
Disinggung mengenai penanganan Covid-19 di Kabupaten Magetan, Bupati Suprawoto menyampaikan Covid-19 berdampak sekali di Jawa Timur. Begitu pula di Magetan yang pertama kali kena covid bersamaan dengan Surabaya dan Malang. ” Saya yakin kita akan hidup berdampingan dengan Covid-19. Saya tidak pernah berpikir untuk melockdown, karena APBD tidak akan mampu memback-up dalam jangka waktu yang lama. Utama nya adalah pariwisata yang terdampak.” tutur beliau.
.
Sejauh ini situasi ekonomi PDRB Magetan ditopang oleh pertanian. Produksi sayur yang sampai dibawa keluar kota, tentunya ekonomi terangkat. Magetan dengan APBD kecil, oleh karena itu harus berinovasi bagaimana membuat sebuah program yang bisa didanai dari pusat. ” Jika bicara wisata pasti wisata mainstream, karenanya saya ingin membuat wisata antimainstream yakni wisata Literasi.”
(Lanjut kolom komentar)

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here