Pernah Digoda Segerombolan Pemuda Saat Jaga Penyekatan PPKM Darurat

0
36
Iptu Imbang Widodo

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Cemoro Sewu terletak di wilayah Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan, Jawa Timur persisnya di bawah kaki gunung lawu mempunyai suhu yang cukup dingin.

Nampak sejumlah petugas penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Petugas terdiri dari TNI, POLRI, Sat Pol PP dan Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan.

Banyak cerita yang mereka alami saat melakukan tugas penyekatan dalam rangka PPKM Darurat di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur.

Adalah Iptu Imbang Widodo saat melakukan tugas mengaku pernah dipermainkan para kaum pemuda yang pura-pura akan melewati pembatas portal penyekatan PPKM Darurat namun tidak jadi dan mereka berbalik arah menuju Jawa Tengah. Dan sekelompok pemuda yang menaiki sepeda motor sambil berteriak “Ora sido lewat pak” (Tidak jadi lewat pak).

Namun pria warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Poncol hanya tersenyum melihat tingkah segerombolan pemuda. “Mungkin perkiraan saya mereka ingin mencoba masuk di wilayah Magetan seketat apa,” kata Imbang sebagai Perwira Pengendali (Padal) di pos penyekatan cemoro Sewu. Rabu (28/07/2021).

Saat melakukan penjagaan selama PPKM Darurat di Cemoro Sewu kendaran roda dua maupun roda empat secara signifikan mengalami penurunan. “Sejak diberlakukan PPKM Darurat tanggal 2 Juli 2021 sudah mulai sepi,” jelas Imbang Waka Sek Polsek Plaosan.

Namun dalam hal ini diujung akhir penyekatan tanggal 20 Juli 2021 sempat ramai, akan tetapi petugas bisa mengendalikan karena sebagian masyarakat belum tahu diperpanjangnya  PPKM Darurat hingga tanggal 2 Agustus 2021.

“Ya sempat ramai banyak kendaran keluar masuk dari Jawa Tengah namun kami bisa mengendalikan dan memberikan pemahaman kepada mereka yang hendak ke Magetan,” paparnya.

Saat melakukan penyekatan petugas sering mendapat macam-macam pemberlakuan dari masyarakat.”Ya, saat melakukan penyekatan banyak masyarakat berbagai macam sifat  manusia yang saya hadapi ada yang cuek ada, yang masa bodoh, ada yang tidak memperhatikan, bahkan ada yang memainkan HP dan saya menghadapi berbagai macam sifat, namun kami sebagai petugas tetap menanggapi dengan humanis,” ucapnya.

Sementara itu, Allhamdulllah selama menjaga portal PPKM Darurat tidak ada masyarakat yang “ Ngeyel “(membantah-red). “Kita juga berikan pemasukan dan pemahaman pada masyarakat walaupun mungkin keberatan hati untuk putar balik,” pungkasnya.

Jurnalis: Anita Tata.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here