Perketat PPKM, Masuk Desa Di Magetan Tunjukkan Rapid Test Antigen

0
176
Suprawoto Bupati Magetan saat memberikan sambutan dalam acara Vidcom Forkopimda dengan Lurah dan Kepala Desa Se-Kabupaten Magetan terkait Pelaksanaan PPKM Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan COVID 19 di Tingkat Desa dan Kelurahan di pendopo Surya Graha, Rabu, (10/02/2021).

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Dari hasil zoom meetting dengan Ibu Gubernur Jawa Timur sebagai tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, Senin (08/02/2021) malam lalu di pendopo Surya Graha bahwa di seluruh Jawa Timur dilakukan  PPKM skala mikro.

“Seluruh Kabupaten di Jawa Timur harus melakukan PPKM, walapun berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor: 3 Tahun 2021 hanya ada 3 wilayah yakni Surabaya Raya, Madiun Raya, dan Malang Raya, namun  keputusan Ibu Gubernur bahwa PPKM dillaksanakan  diseluruh Jawa Timur,” ujar Bupati Magetan Suprawoto.

Menurut Suprawoto, pertimbangan dilakukannya PPKM seluruh Jawa Timur ini karena penularan  COVID-19 melalui mobillitas.“Jadi tidak hanya 3 daerah yang sebagimana inmendagri. Itulah hasil zoom meeting kemarin dengan ibu gubernur, ”kata Suprawoto.

“Ini menjadi kewajiban seluruh masyarakat termasuk
kepemerintahan untuk segera menindak lanjuti PPKM skala mikro,”kata Suprawoto
saat memberikan sambutan di acara Vidcom Forkopimda dengan Lurah dan Kepala
Desa Se-Kabupaten Magetan terkait Pelaksanaan PPKM Mikro dan Pembentukan Posko
Penanganan COVID 19 di Tingkat Desa dan Kelurahan di pendopo Surya Graha, Rabu,
(10/02/2021).

Dalam hal ini Bupati Magetan juga menyampaikan untuk
menindak lanjuti PPKM skala mikro setiap desa didesak segera untuk membentuk
posko. “Kemudian kalau ada kasus di tingkat RT itu dibentuk posko RT. Untuk
dapat saling komunikasi  satu RT
gunakanlah teknologi dengan membuat group WhatAspp,”tuturnya.

Disampaikan pula, bahwa PPKM di Kabupaten Magetan dimulai
tanggal 09 Februari hingga 22 Februari 2021. “Tolong ini perlu disampaikan
kepada masyarakat dan segera, sebenarnya ada 100 desa terkonfirmasi ada,  ini cukup dan harus menjadi perhatian semuanya,”tegasnya.

 “Kami berharap ini menjadi perhatian seluruh kepala desa /kelurahan agar PPKM skala mikro ini dapat berjalan membentuk posko, mengawasi yang keluar masuk desa, orang dari luar harus menunjukan rapid antigen dan sebagainya,”pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here