Penjual Serbuk Petasan di Ponorogo Seorang Residivis, Pasarkan Lewat Facebook

0
17

Ponorogo (beritajatim.com) – Tersangka HS (28) warga Desa Tatung Kecamatan Jambon yang ditangkap karena menjual serbuk petasan, ternyata seorang residivis. Ya, menurut data dari polisi, pada tahun 2019 lalu, tersangka HS, ditahan dengan kasus yang sama. Yakni jual beli serbuk petasan. Bulan Ramadan atau mendekati lebaran memang menjadi saat-saat ramai masyarakat membeli untuk merayakan lebaran.

“Ternyata tersangka HS ini residivis. Tahun 2019 lalu, Ia ditahan dengan kasus yang sama, jual beli serbuk petasan,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo, Rabu (27/4/2022).

Hasil keterangan dari tersangka, Ia mendapatkan serbuk petasan itu dari meraciknya sendiri. Dimana bahannya antara lain serbuk belerang, serbukk aluminium, dan serbuk boster atau potasium. Semua barang-barang itu diperolehnya dengan membeli secara online di salah satu aplikasi toko online.

“Tersangka mengaku belajar cara meracik serbuk petasan dengan cara melihat video di Youtube. Sedangkan bahan-bahannya dari membeli di onlineshop,” kata mantan Kapolres Kota Batu tersebut.

Tersangka HS mengaku menjual serbuk petasan tersebut dengan harga Rp 250 ribu per kilogramnya. Dia memasarkan serbuk petasan tersebut, lewat akun Facebook. Dimana salah satu yang membeli adalah TR, warga Kabupaten Magetan yang juga ikut diamankan oleh petugas Polres Ponorogo.

“Dipasarkan di media sosial (medsos) Facebook. TR yang membeli serbuk petasan itu juga ikut kita amankan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, menjelang lebaran ini, Polres Ponorogo kembali mengamankan dua tersangka yang memperjuangkan belikan bubuk petasan. Dua tersangka yakni berinisial HS warga Kecamatan Balong dan inisial TR, warga Kabupaten Magetan. Keduanya ditangkap oleh petugas kepolisian dengan barang bukti serbuk petasan atau mercon seberat 11 kilogram. Selain serbuk petasan, juga ikut diamankan untuk barang bukti lainnya yakni sumbunya sebanyak tiga ikat.

“Bahannya sudah lengkap, tinggal meracik sudah begitu langsung bisa diledakkan. Alhamdulillah, berhasil kita amankan bersama dengan pemiliknya yang akhirnya dijadikan tersangka,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur C Wibowo.

Karena sudah mengedarkan bahan peledak, kedua tersangka ini dijerat dengan undang-undang darurat RI, nomor 12 tahun 1951 pasal 1 ayat 1 tentang bahan peledak. Tersangka HR dan TS saat ditangkap kedapatan membawa barang bukti serbuk mercon yang bisa dikategorikan sebagai bahan peledak. Maka mereka diancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

“Dijerat dengan undang-undang darurat RI tentang bahan peledak. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” katanya. (end/kun)



Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here