Home Berita Dinas Pendampingan dari LPPM ITB untuk Desa Wisata di Kabupaten Magetan

Pendampingan dari LPPM ITB untuk Desa Wisata di Kabupaten Magetan

0
24

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P-P2Par) ITB melakukan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata Berkualitas (Quality Tourism) di Kawasan Gunung Blego-Bukit Bungkuk, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan telah berlangsung selama dua tahun (periode Tahun 2021-2022) dan didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan.

Diantaranya meliputi, Desa Ngunut, Trosono, Sayutan, dan Bungkuk. “Ini berawal inisiatif dari para kepala desa yang datang ke ITB, yang mau mengembangkan pariwisata di kawasannya,” ungkap kekal Raksapati, Kamis (16/11/2023) ketika ditemui. Pada tahun pertama, pihak ITB langsung melakukan studi dan pemetaan di kawasan ini. Selanjutnya pada tahun kedua dilakukan program kegiatan yang dapat dieksekusi oleh Pokdarwis desa. “Salah satunya meningkatkan kelembagaan dalam Pokdarwis, memberikan wawasan terkait pengelolaan desa wisata, pembinaan Home Stay, pemanduan pariwisata, penyusunan paket wisata dan lainya,” katanya. Pokdarwis didampingi untuk membikin rencana kerja, dan penyusunan paket wisata. ketika ini setiap desa telah mempunyai paket wisata, tinggal bagaimana Pokdarwis desa wisata menjalankan dan mengembangkannya.

kekal Raksapati menambahkan, ITB selama ini bekerjasama dengan Kementrian Desa dalam percepatan pengembangan desa-desa dengan watak 3T, diantaranya terluar, tertinggal, dan terpencil. Menurutnya, untuk menjadi desa wisata yang primer dibutuhkan adalah kemauan dari penduduk masyarakatnya. Potensi alam, budaya dan daya tarik wisata itu nomor sekian. “Kalau masyarakatnya semangat, apapun dapat menjadi daya tarik. Apalagi di kawasan B2 Jaya Pemdes dan Pemda nya juga ikut mendukung aktifitas ini, dan tidak setiap daerah melakukan itu,” ujarnya. Sebagai rangkaian kegiatan Quality Tourism, sebanyak 20 orang personil Pokdarwis desa juga di ajak untuk menyelenggarakan studi lapangan selama dua hari satu malam ke Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. “Di Nglanggeran salah satu desa wisata terbaik di dunia, diharapkan kawan-kawan dari B2 Jaya dapat mengambil pelajaran bagaimana mengelola pariwisata yang bagus, dan bagaimana proses mereka menjadi desa wisata yang diakui,” Katanya.

Sumber berita

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here