Motor Kecelakaan Tunggal Usai Lihat Kejuaraan Paralayang di Magetan, 2 Bocah Meninggal

0
8

Magetan (beritajatim.com) – Dua bocah di bawah umur meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal usai menyaksikan Kejuaraan Nasional Paralayang di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (6/8/2022). Dua korban meninggal masing-masing berusia 7 dan 2 tahun.

Insiden ini bermula ketika S (36), warga Desa Nglopang bersama anaknya yang berusia 7 tahun pergi menonton Kejurnas Paralayang menaiki Honda Vario merah nomor polisi AE 2281 QP. Saat pulang, S membonceng adiknnya, Sl (42) yang menggendong anaknya berusia 2 tahun.

Saat meninggalkan lokasi kejurnas, mereka melewati jalan menurun. Diduga akibat rem blong, motor tersebut meluncur tanpa bisa dikendalikan.

Naasnya, di depan turunan ada molen (alat pengaduk semen) yang digunakan untuk pembangunan rumah warga. Motor yang dikemudikan S meluncur dan menabrak molen tersebut.

Akibat kecelakaan itu, dua anak tewas di lokasi kejadian. S mengalami luka serius di kepala dan dilarikan ke RSUD dr Sayidiman, sedangkan Sl mengalami luka ringan dan dirawat di Puskesmas Parang.

“Saya melihat, motor itu melaju dari atas. Mereka sempat minta tolong-tolong begitu. Tapi kami tidak berani menghentikanya. Motor yang dinaiki melaju sangat kencang seperti pesawat, bagaimana mau menghadangnya, akhirnya berhenti dekat pintu keluar setelah menabrak molen dekat rumah warga,” kata Nyono, tukang ojek di desa setempat, Sabtu (6/8/2022).

Nyono mengatakan para tukang ojek memberikan pertolongan bersama panitia Kejurnas Paralayang di pintu loket karcis. “Oleh panitia seluruh korban sempat dibawa ke Puskesmas Parang untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Trosono Sumono saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu persis kronologis dari peristiwa itu. Tetapi dia membenarkan jika ada dua anak yang meninggal dunia dan dua luka akibat rem motornya diduga blong. [fiq/beq]



Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here